Daftar 5 Objek Wisata Terlarang, Pernah Mampir?

https: img.okezone.com content 2021 03 01 408 2370337 daftar-5-objek-wisata-terlarang-pernah-mampir-KZos9siTO5.jpg 

ADA sederet objek wisata terlarang dari berbagai belahan dunia. Jika wisatawan nekat berkunjung, digadang-gadang akan menimbulkan malapetaka.

Objek wisatanya sangatlah beragam, dari mulai benteng hingga gua yang menyeramkan. Di balik kemegahannya, ada mitosnya.

Berikut ini 5 objek wisata terlarang di dunia versi Times of India yang telah dirangkum oleh Okezone.

Benteng Bhangarh, India

benteng

Benteng Bhangarh merupakan sebuah bangunan benteng yang diperkirakan berdiri sekitar abad ke-16 hingga abad ke-17 dan saat ini pun lingkungannya masih sangat terawat dengan baik. Situs ini terletak di perbatasan Cagar Alam Sariska di Perbukitan Aravali di distrik Alwar Rajasthan.

Sebenarnya, benteng ini boleh dikunjungi oleh para wisatawan, tetapi hanya pada siang hari saja. Pemerintah setempat pun melarang para wisatawan untuk berkunjung ke benteng yang penuh sejarah ini pada malam hari sebab tempat tersebut diyakini didatangi oleh para hantu pada malam hari.

Menurut salah satu cerita yang beredar, ada satu orang suci yang telah mengutuk benteng itu dan membuat benteng tersebut nantinya bisa menjadi reruntuhan.

Cerita lain mengatakan, ada seorang penyihir yang membuat benteng menjadi reruntuhan ketika seorang putri cantik menggagalkan rencana jahatnya untuk memiliki putri itu.

Bahkan menurut penuturan warga setempat, pernah ada beberapa orang yang memaksa untuk menginap di benteng dan mereka dikabarkan tidak pernah kembali. Salah berucap di tempat ini juga bisa membahayakan bagi para pengunjungnya.

Gua Lascaux, Prancis

Yang satu ini bukanlah situs berhantu ataupun terkutuk, namun lebih kepada besarnya risiko seni-seni di dalam gua dirusak oleh para wisatawan yang berkunjung.

Di dinding gua, terdapat sebuah lukisan yang usianya diperkirakan mencapai 17.000 tahun yang pada saat itu ditemukan pada tahun 1940. Selain itu juga terdapat sekitar 600 lukisan yang sangat rentan akan kelembaban, panas, kontaminan, dan karbon dioksida.

Maka dari itu, pemerintah menutup akses masuk ke gua ini untuk umum sejak 1967. Namun bagi para pengunjung yang penasaran, bisa menikmati replika gua yang terdapat di sebelah gua yang asli.

Makam Kaisar Qin Shi Huang, China

makam

Setelah kematiannya pada 210 Sebelum Masehi, Kaisar China Qin Shi Huang, pendiri dinasti Qin, dimakamkan dengan pasukan terakota yang terdiri sekitar 2000 tentara seukuran manusia dengan kuda dan kereta mereka di belakangnya.

Ribuan pasukan terakota tersebut dibuat untuk menemani dan menjaga Kaisar Qin Shi Huang di akhirat.

Makam ini awalnya tidak sengaja ditemukan oleh sekelompok petani pada Maret 1974, namun hanya para arkeolog saja yang diizinkan mengunjungi situs tersebut. Salah satu alasannya adalah karena kadar merkuri yang digunakan untuk menyegel makam sang Kaisar lumayan tinggi.

Katakomba, Paris

Katakomba Paris dibuat di kedalaman 20 meter di bawah tanah pada akhir abad ke-18. Situs tersebut dimaksudkan untuk menyimpan sisa-sisa manusia karena kurangnya ruang pemakaman di Paris. Namun setelah berabad-abad digunakan, makam tersebut ditutup karena dikhawatirkan menyebarkan penyakit dan kurangnya ruang penyimpanan.

Saat ini, Katakomba Paris menjadi osuarium terbesar di dunia. Tempat ini pernah dikunjungi oleh raja-raja yang terkenal pada masanya. Bahkan ini menjadi daya tarik wisata pada awal abad ke-19 dan telah dibuka secara teratur untuk umum sejak tahun 1874.

Situs ini pernah ditutup karena adanya insiden vandalisme pada September 2009 dan dibuka kembali di tahun yang sama pada tanggal 19 Desember. Saat ini, hanya sepanjang 1,7 kilometer dari panjang terowongan saja yang dibuka untuk pengunjung. Walaupun begitu, masih ada saja pengunjung yang berani untuk menjelajahi situs bawah tanah itu.

Gerbang Pluto, Turki

Gerbang Pluto adalah monumen Hierapolis, Turki. Terbuat dari batu yang didedikasikan untuk dewa Romawi Pluto.

Pada zaman dahulu, penduduk asli Hierapolis mengirim hewan ke kuil Pluto untuk menyaksikan ritual kematian supranatural. Mereka percaya bahwa Dewa Kematian, Pluto, yang membunuh hewan-hewan itu.

Namun belakangan ini diketahui, gua tersebut mengeluarkan gas beracun karena struktur tempat pembuatannya. Oleh karena itu, para pengunjung dilarang melihat dan mendekati situs ini dari dekat.

 

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.