Dari Luar Megah, Rumah Ini Ternyata Simpan Cerita Horor: Muncul Suara Tentara Berbaris di Tengah Malam



Dari luar rumah ini terlihat megah dan mewah. Namun siapa sangka cerita-cerita horor selalu menghantui sehingga muncul keraguan pemilik untuk menempati.

Rumah megah ini berada di Tokyo. Orang mengenalnya sebagai Sori Daijin Kantei atau rumah dinas Perdana Menteri Jepang. 

Setiap beberapa tahun selalu ada laporan tentang PM Jepang yang menolak tinggal di rumah tersebut. Terbaru PM Yoshihide Suga. Sejak terpilih dalam pemungutan suara parlemen September 2020, dia menolak menempati Kantei.  Suga tetap memilih tinggal di ruangan sempit asrama anggota parlemen yang sudah hak miliknya selama 25 tahun. Kosongnya rumah dinas itu pun kembali ramai dibahas media-media Jepang. 

Setiap kali muncul pertanyaan atas keengganan PM untuk menempati rumah mewah itu, jawaban yang mengemuka sama: cerita tentang hantu. 

Kantei merupakan bangunan enam lantai yang berdiri di sejumlah situs pertemuan bersejarah. Lokasi bangunan yang dibuka pada April 2002 itu berdekatan dengan Gedung Diet Nasional (gedung parlemen).

“Rumah itu meskipun kosong, pemeliharaan tahunannya memakan biaya 160 juta yen (Rp21 miliar). Saya tidak mengerti mengapa Anda (Suga) tidak juga pindah,” ujar anggota dewan dari partai oposisi, Yoshihiko Noda, dikutip dari South China Morning Post.

Wartawan juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada Suga. Pria 72 tahun itu ternyata sudah mendengar desas-desus tentang kejadian-kejadian hantu di rumah dinas tersebut. Kejadian menyeramkan itu dialami oleh perdana menteri sebelumnya.

Pada 2013, saat Suga menjabat sebagai kepala sekretaris kabinet, dia juga ditanyai tentang masalah ini dan dia menjawab sambil tertawa kecil. "Anda menyebutkan, mungkin saya akan mengalaminya," kata Suga saat itu. PM Jepang yang menjabat satu tahun sejak April 2000, Yoshiro Mori, dilaporkan mengaku kepada seorang temannya dia pernah dibangunkan oleh suara tentara berbaris pada tengah malam.

Setelah itu, PM yang menjabat pada 2001-2006, Junichiro Koizumi, dilaporkan memanggil seorang pendeta Shinto untuk mengusir hantu-hantu yang menganggunya di rumah dinas tersebut. Tak disebutkan apakah langkah itu berhasil.

Berdasarkan catatan sejarah, pada 1932 PM Tsuyoshi Inukai ditembak mati oleh 11 perwira angkatan laut dalam kudeta militer di kompleks rumah dinas tersebut. Tragedi ini dikenal sebagai Insiden 15 Mei.  Empat tahun kemudian, saudara ipar perdana menteri Keisuke Okada dan empat pria lainnya ditembak mati di lokasi yang sama dalam upaya pengambil alihan militer, dalam Insiden 26 Februari.



Sumber :iNews.id




No comments

Powered by Blogger.