Demo Tolak Kudeta Menelan Korban Jiwa, Inggris Imbau Warganya Tinggalkan Myanmar



 

     Inggris menyarankan warganya untuk meninggalkan Myanmar. Imbauan itu dikeluarkan dengan seorang ahli PBB yang memperingatkan bahwa junta militer kemungkinan masih akan melancarkan kekerasan dalam upaya membubarkan massa. 

Otoritas militer Myanmar bergerak dengan semakin kerasnya protes harian terhadap kudeta yang terjadi pada 1 Februari lalu, dengan setidaknya 70 orang tewas. 

Hal itu mendorong Inggris, mendesak warganya untuk keluar dari Myanmar jika mereka bisa, dan memperingatkan "ketegangan dan kerusuhan politik meluas sejak pengambilalihan militer dan tingkat kekerasan meningkat".

"Kantor Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran & Pembangunan menyarankan warga negara Inggris untuk meninggalkan negara itu dengan penerbangan komersil, kecuali ada kebutuhan mendesak untuk tinggal," kata kementerian luar negeri Inggris, seperti dikutip dari AFP, Jumat (12/3/2021).

Langkah tersebut dilakukan setelah Penyelidik Hak Asasi Manusia PBB di Myanmar, Thomas Andrews memberikan penilaian yang serius tentang situasi di Myanmar.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.