Efek Kudeta Militer, Jepang Tangguhkan Bantuan ke Myanmar




     Jepang menghentikan bantuan baru ke Myanmar sebagai tanggapan atas kudeta militer di negara tersebut, tetapi akan menghentikan sanksi yang dijatuhkan oleh negara lain terhadap pejabat tinggi.




Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi.

Jepang adalah penyalur bantuan utama untuk Myanmar, dan Menlu Motegi mengatakan bahwa penangguhan bantuan tersebut akan mengirimkan pesan yang jelas.

"Untuk Myanmar, Jepang adalah penyedia bantuan ekonomi terbesar," kata Menlu Motegi kepada parlemen, Selasa (30/3).

"Apa sikap Jepang dalam hal bantuan ekonomi? Tidak ada bantuan baru. Kami mengambil posisi yang jelas ini," ujarnya.

"Kebijakan mana yang benar-benar efektif untuk Myanmar? Saya kira jawabannya jelas," jelas Menlu Motegi.

"Bukan karena sanksi itu berani dan non-sanksi tidak berani," katanya kepada komite legislatif, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (31/3/2021).

Penangguhan tersebut dilaporkan hanya mempengaruhi bantuan baru, bukan proyek yang sudah ada, menurut media lokal Jepang.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.