FDA Taiwan mendeteksi residu kimiawi dalam dot bayi NUK

Buah impor, produk yang ditemukan mengandung pestisida tingkat tinggi, karsinogen

Empeng bertema Disney NUK ditemukan melepaskan zat beracun setelah digunakan. (Foto FDA)

TAIPEI - Beberapa pengiriman makanan dan produk bayi dari luar negeri baru-baru ini ditolak di perbatasan Taiwan setelah ditemukan mengandung residu kimiawi yang berlebihan, menurut Food and Drug Administration (FDA).

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (9 Maret), FDA mengatakan bahwa dot bertema Disney dari merek terkenal Jerman NUK termasuk di antara produk bayi impor yang mengeluarkan zat beracun setelah digunakan. Dikatakan bahwa 68 ppm residu kimiawi terdeteksi di empeng setelah dipanaskan hingga 40 derajat Celcius, suhu khas di dalam mulut bayi.


FDA mencatat bahwa total 3,6 kilogram empeng NUK akan dibuang atau dikembalikan ke pemasok. Ia juga menyarankan orang tua di negara tersebut untuk menghindari penggunaan air panas untuk membersihkan mainan atau produk bayi, karena banyak dari mereka tidak tahan panas dan dapat melepaskan bahan kimia beracun.

Sementara itu, beberapa produk buah dan sayuran impor juga ditemukan mengandung pestisida dan karsinogen tingkat tinggi, seperti kadmium dan aflatoksin b1. Ini termasuk blueberry, nektarin, dan ceri dari Chili; apel dari AS; stroberi dari Jepang; serta kubis Cina dan kacang buncis dari Vietnam.

FDA mengatakan bahwa tidak ada produk yang masuk ke pasar Taiwan sebelum ditolak.

Tingkat pestisida yang berlebihan terdeteksi pada kubis Cina dari Vietnam. (Foto FDA)

 
Stroberi MEIKO yang diimpor dari Jepang ternyata mengandung pestisida tingkat tinggi. (Foto FDA)

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.