Goa Kemang di Desa Duritani Sibolangit, Dipercaya Banyak Simpan Cerita Mistis



Gua Kemang (Gua Batu) yang berada di pedalaman Desa Duritani, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, dipercaya banyak menyimpan mistis. Terdapat Gapura yang letaknya tepat ditepi jalan lintas Medan-Berastagi menjadi petunjuk untuk menunjukkan lokasi Gua Kemang tersebut. Jarak Gua Kemang lebih kurang 1 Jam dari Kota Medan.


Gua tersebut berbentuk segitiga, dengan pintu masuk ke dalamnya terpahat segi empat.  Setelah sampai di Pintu gerbang Gua Kemang, harus menaiki sekitar 62 anak tangga. Barulah bisa sampai di depan Gua Kemang tersebut. Gua Kemang berbentuk kerucut dengan sebuah lubang kecil berukuran sekitar 50 x 50 cm.


Di dalam nya terdapat ruangan sekitar 3 x 2 meter dengan ketinggian sekitar 60 cm. Suasana sepi di sekitar Gua menambah aroma mistik dan seram di tempat ini sehingga membuat tubuh sedikit merinding.  Seorang pengunjung, Array mengakui suasana di sekitar lokasi Gua Kemang terasa berbeda, walaupun ia sering ke berlibur ke Berastagi.


"Suasananya sedikit membuat bulu merinding, karena dinginnya berbeda," kata dia.


Menurutnya, belum banyak orang Medan dan sekitarnya mengetahui adanya situs budaya ini, lantaran ia baru kali pertama datang.


"Kalau saya baru pertama datang, sepertinya belum banyak orang yang mengetahui adanya gua ini," ucapnya.


Tidak sulit untuk menuju ke Gua Kemang dari Kota Medan. Dirinya datang dengan menggunakan Sepeda Motor bersama dengan teman lainnya.


"Awalnya saya bersama teman-teman mau ke tempat mandi-mandi di Sembahe, tapi sekalian aja ingin melihat situs budaya Gua Kemang yang membuat saya pendataan," ungkapnya.


Setelah di lokasi, Array takjub melihat adanya sebuah batu besar dengan lubang di tengah. Menurutnya, tidak mungkin orang pada jaman dulu bisa membuat bentuk batu dengan seperti ini, tanpa diperbantukan makhluk halus.


"Kalau dengan cerita-cerita masyarakat, batu ini dibentuk atas bantuan mahluk tak kasat mata. Tapi memang indah batunya," jelasnya.


Pada bagian belakang batu, Array mengatakan, ada motif pahatan berbentuk orang. Dirinya tidak mengetahui secara jelas, apa arti dari pahatan dengan motif orang tersebut.


"Kalau kita kebagian belakang, ada pahatan berbentuk wujud manusia. Kita gak tau ini apa artinya, tapi kami percaya bahwa tempat ini banyak menyimpan cerita mistik," ungkapnya. 


Gua tersebut sudah lama ada, bahkan sudah diresmikan oleh pemerintah daerah sebagai Situs Cagar Budaya yang ada di Sumatera Utara. Tempat ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah, semoga saja gua kemang ini selalu terjaga bentuk dan kelestariannya.


Menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, gua ini mempunyai cerita tersendiri. Pada dahulu kala, terdapat sebuah kampung yang bernama Uruk Rambutan. Di kampung ini, ada seorang kakek yang pekerjaan sehari-harinya berladang.


Ketika si pria yang tidak ketahui namanya ini, melintasi hutan untuk membuka ladang baru, dirinta bertemu dengan sesosok makhluk bertubuh kecil dengan kakinya yang terbalik ke belakang. Orang-orang menyebutnya dengan sebutan Umang. Menurut bahasa Karo Umang berarti Jin atau Roh. Beberapa warga juga mengaku pernah melihatnya mahluk yang disebut-sebut dengan Orang Bunian.  Saat bertemu, Umang bertanya hendak kemana kepada pria yang akan membuka ladang tersebut.


“Saya ingin membuka ladang untuk menanam padi”.


Umangpun menawarkan bantuan kepada pria ini, dengan syarat tidak boleh memberitahukan ini kepada orang lain, apalagi sampai membawa perempuan dan anak kecil ke ladang.  Kemudian, pria ini pun menyanggupi persyaratan tersebut. Akhirnya Umang membantu Kakek itu membuka ladang.


Dalam 1 hari lahan sekitar 3 hektar itu pun sudah siap untuk ditanami. Saat pulang ke rumah, sebelum petang tidak sengaja ia menceritakan kepada Istrinya bahwa lahan tersebut sudah dapat di tanami. Artinya, ia melanggar syarat antara dia dengan Umang. Mendengar cerita ini, istri pun terkejut, bagaimana lahan seluas itu bisa siap dalam 1 hari.


Keesokan harinya, pria tersebut berjalan menuju lahan dengan membawa bibit padi. Umang marah kepadanya karena sudah melanggar janji, lahan yang sudah siap di tanami berubah kembali menjadi semak belukar.


Pria ini tidak mengerti mengapa Umang marah kepadanya. Ternyata pria ini diikuti oleh istrinya dari belakang karena curiga bagaimana bisa lahan tersebut selesai dalam 1 hari.  Mengetahui ini, pria tersebut pun marah besar, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur. Besoknya, Kakek kembali membuka hutan tersebut. Setelah berhari-hari bekerja membuka ladang, akhirnya pria tersebut berhasil membersihkannya. Ketika itulah ditemukan batu besar yang disebut Gua Kemang. Dan sampai saat ini batu besar tersebut di yakini masyarakat sebagai rumah tempat tinggal Umang.



Sumber :Tribun-Medan.com





No comments

Powered by Blogger.