Hantu Wanita Itu Menyerupai Aku



Aku merupakan seorang jomlo yang hanya menghabiskan sepanjang akhir pekan di sebuah ruangan kontrakan yang tidak terlalu besar. Berbagai kegiatan sudah aku lakukan agar tidak jenuh, mulai dari membaca buku, bermain games, hingga olahraga jempol di media sosial. 

Namun, tetap saja hari Sabtuku selalu terasa membosankan. Nyatanya benar bahwa status jomlo itu rasanya seperti hidup tak berwarna. Mataku terus memandangi layar gadget hingga siang hari sambil terbaring, tak sadar akupun tertidur. 

Setelah beberapa jam lamanya tidur, aku terbangun karena mendengar suara azan Magrib berkumandang. Pasalnya, lokasi kontrakan memang tidak jauh dari Masjid sehingga suara apapun dari toa akan terdengar jelas.

Dengan kondisi masih setengah sadar aku berusaha bangun dari posisi rebahanku.  Suasana kamarku sudah terasa sangat gelap, dengan kondisi jendela kamar yang masih terbuka lengkap dengan tirainya yang terus tertiup angin. Dengan perlahan dan mata yang masih belum terbuka seutuhnya, aku berjalan mendekati jendela untuk menutupnya kembali karena sudah malam. Ketika aku sampai di depan jendela, tirai putih menyapu wajahku karena angin yang cukup kencang.

Saat aku mengibasnya dari wajahku, aku melihat seseorang dari balik jendela. Ia adalah seorang wanita, berambut panjang, menggunakan kemeja merah gelap. Wanita tersebut tidak berbicara sepatah kata pun padaku, ia hanya menyibakkan rambut ke belakang telinga sambil tersenyum tipis kepadaku.

Matanya tidak terlihat karena tertutup poni yang panjang, membuat kesan wanita ini sangat misterius untukku. Tanpa memikirkan siapa wanita itu, aku segera menutup jendela kamarku. Setelah sudah mulai sadar aku bercermin untuk membersihkan wajahku agar dapat kembali tidur. 

Saat aku sudah duduk di meja rias untuk membersihkan wajah. Aku seperti merasa bingung melihat diriku sendiri di cermin.  Saat aku membersihkan mataku dengan kapas basah, aku kembali melihat di cermin. Wanita yang baru saja aku lihat di balik luar jendela itu ternyata aku. Mendadak badanku terasa dingin, jantungku berdetak dengan kencangnya. 

Perasaanku mulai kacau, mendadak aku tidak berani untuk menoleh ke belakang tepat pada jendela kamarku berada.  Namun, posisi tersebut sebenarnya cukup terlihat jelas pada cermin meja riasku. Aku memutuskan untuk sedikit memutar badan agar dapat melihat jelas pada arah jendela. Untungnya tidak ada suatu mengejutkan apapun yang aku lihat. 

Setelah itu aku kembali membuka mata, secara cepat aku mengambil botol parfumku lalu melemparnya dengan kuat ke arah cermin.  Aku melihat di cermin tersebut seorang wanita yang sangat mirip denganku, tetapi dengan wajah dan bibir pucat, lengkap dengan senyum tipis yang mengerikan.

Tidak lagi bisa teriak melihat hal aneh itu, aku hanya dapat berlari ke atas tempat tidur dan masuk dalam selimut.  Setelah berada dalam selimut aku berusaha mengatur napas cepatku karena ketakutan. Namun, saat aku berusaha diam kembali mendengarkan suara sekitar. Terdengar seperti seorang berjalan di atas pecahan kaca mulai mendekati aku. Perasaan takutku memuncak, aku tidak tahan lagi rasanya ingin berteriak, hingga aku mengeluarkan suara yang sangat keras untuk meminta pertolongan.

Tak lama kemudian, secara cepat selimut yang aku gunakan ditarik paksa sehingga badanku tidak lagi tertutupi.  Rupanya yang menarik paksa itu adalah Karen, teman sekamarku sambil membawakan plastik berisi makanan. Setelah merasa lebih tenang karena sudah ada teman, aku menceritakan semuanya kepada Karen.

Namun, Karen ternyata tidak memercayai ceritaku. Karen hanya berkata, tidak baik tidur sebelum azan magrib berkumandang, karena pada jam tersebut setan memang berkeliaran.



Sumber :GenPi.co

No comments

Powered by Blogger.