Hari Air Sedunia: Pentingnya Menghargai Air untuk Kehidupan

Ilustrasi. Hari Air Sedunia 2021 diperingati pada hari ini, Senin (22/3) dengan mengusung tema valuing water atau menghargai air. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

 

Hari Air Sedunia atau World Water Day diperingati pada hari ini, Senin  (22/3). Peringatan ini ditujukan agar masyarakat dunia memahami akan pentingnya ketersediaan air bersih dan pemeliharaan sumber air bersih berkelanjutan.

Tak hanya itu, momen ini juga untuk meningkatkan kesadaran akan krisis air global dan dukungan terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 6 yakni air dan sanitasi untuk semua pada 2030.

Inisiatif perayaan Hari Air Sedunia diumumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 pada 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Majelis Umum mengadopsi resolusi A/RES/47/193. Berdasarkan resolusi, 22 Maret ditetapkan sebagai Hari Air Sedunia.

Tiap tahun terdapat tema khusus. Untuk tahun ini, disepakati tema valuing water atau menghargai air. Seperti dikutip laman resmi UN Water, value atau nilai dari air jauh melebihi harganya. Air membawa nilai yang kompleks untuk rumah tangga, makanan, budaya, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan integritas dari lingkungan hidup kita.

Jika salah satu nilai air diabaikan, ada risiko salah kelola sumber daya yang terbatas dan tidak tergantikan ini. UN Water pun menerbitkan laporan tahunan 'United Nations World Water Development Report (UN WWDR) 2021'.

Laporan ini memberikan penilaian akan air dilihat dari lima perspektif yang saling terkait yakni, sumber air, infrastruktur air, layanan air, air untuk produksi dan kegiatan ekonomi, juga nilai sosio-kultural air.

Bagian yang menarik adalah terdapat perspektif dari berbagai wilayah termasuk Asia-Pasifik. Dalam laporan disebutkan, pertumbuhan penduduk, urbanisasi dan peningkatan industrialisasi, persaingan air antar sektor menjadi lebih parah. Akibatnya, hal ini pun mengancam produksi pertanian dan ketahanan pangan juga mempengaruhi kualitas air.

"Air seringkali merupakan sumber daya yang relatif langka dan berharga di kawasan ini, dan kelangkaan air kemungkinan besar akan memburuk karena dampak perubahan iklim," tulis UN Water dalam ringkasan laporannya.

Kebutuhan mendesak akan air membuat negara-negara di wilayah Asia-Pasifik perlu memanfaatkan air limbah, mengatasi polusi air dan meningkatkan efisiensi air termasuk dari sektor industri.



Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.