Kemunculan Gas Alam Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Baru


Kemunculan gas alam secara tak sengaja dari pengeboran sumur artesis di Dukuh, Ngrawan, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo Karanganyar, Jateng berpotensi menjadi destinasi wisata baru. 

Lokasinya sumur terintegrasi dengan kawasan kampung purba dan situs Sangiran yang masih membutuhkan perencanaan.

Pengeboran berkedalaman 120 meter pada September 2020 tersebut tak dilanjutkan karena air yang keluar berasa asin. Selain itu, muncul gas alam yang membutuhkan penelitian dari instansi terkait. 

Kini, lubang pengeboran yang sudah dipasang pipa sedalam 100 meter lebih itu mengalirkan air asin tanpa henti dan juga gas. Oleh pemilik pekarangan, Solihin, dimanfaatkan sebagai sarana memasak.

“Air dan gas keluar nonstop. Jika disulut dengan api, juga enggak akan padam jika tak dimatikan,” kata Solihin.

Usai mengetahui pengeborannya tak bisa dilanjutkan, Baznas Karanganyar selaku pemrakarsa pembuatan sumur artesis tak bisa berbuat banyak. 

Solihin juga hanya bisa pasrah dengan kemunculan mata air. Ia mempersilakan warga memanfaatkannya untuk terapi. Sebagian masyarakat percaya air itu manjur menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal dan sakit tenggorokan. 

Solihin pun membuat sebuah saung di atas mata air itu yang terletak disamping rumahnya.

“Tidak layak untuk diminum. Kadang ada yang ambil airnya buat terapi. Air mengandung belerang dingin dan zat kapur. Sudah pernah diambil sampelnya oleh pemerintah provinsi, dinas ESDM. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Solihin dan keluarganya memanfaatkan gas alam itu untuk memasak. Kobaran api konstan sehingga tak membahayakan. Wajan dan alat masak dipanaskannya di atas nyala api. Setelah selesai, dipadamkan dengan cara ditiup.

“Dari mata air ini, mengalirnya ke parit. Meski mengandung belerang, tapi tidak mematikan ikan di parit,” katanya.

Sedangkan timbulnya air asin dibarengi gas alam di bekas pengeboran sumur artesis di Ngrawan sudah lama didengar pemerintah desa dan kabupaten Karanganyar. Namun banyak pihak menyayangkan potensi tersebut tidak segera digarap.

Anggota DPRD Karanganyar, Suwarni mendorong pemerintah memberi pendampingan. Letaknya yang tak jauh dari situs manusia purba Sangiran dan itu dapat diintegrasikan dalam paket wisata edukasi. Persoalan paling krusial pada pembukaan akses menuju lokasi.

“Dari Dayu dan Sangiran ke sini butuh perbaikan jalan. Di sini sangat terpencil. Sebenarnya kalau semua berkomitmen, bisa menumbuhkan perekonomian warga setempat dari pemanfaatan sumur gas alam ini,” katanya.

Sedangkan Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat mengaku sedang menata BUMDes supaya lebih mudah merealisasikan potensi tersebut.

“Dari berbagai reses dewan dan penyerapan aspirasi, kami selalu sampaikan tentang nasib sumur gas alam itu. Jika hanya ditangani desa, tidak sanggup,” katanya.

Sumber :Gatra.com

No comments

Powered by Blogger.