Kurung Beruang Kutub demi Keseruan Tamu, Hotel China Dikritik

Tamu asyik menikmati pemandangan beruang kutub di Harbin Polar Land, Harbin, China. (AFP/STR)


Hotel di China yang menawarkan kamar berpemandangan langsung ke kandang beruang kutub telah dibuka pada Jumat (12/3), namun langsung mendapat kritik dari pada pecinta fauna.

Di Harbin Polar Land yang berlokasi di timur laut China, jendela kamar tidur hotel itu menghadap langsung ke kandang beruang, dengan pengunjung bisa menikmati pemandangan tersebut selayaknya beruang kutub adalah tetangga mereka.

Sebuah video menunjukkan beruang - spesies yang terancam - difoto oleh kerumunan tamu di bawah cahaya terik yang hangat, di ruang yang terdiri dari bebatuan dan es palsu, dan lantai bercat putih.

Organisasi hak-hak hewan langsung bereaksi, mendesak wisatawan untuk menjauh dari perusahaan yang mengambil untung "dari kesengsaraan hewan".

"Beruang kutub seharusnya di Kutub Utara, bukan di kebun binatang atau kotak kaca di akuarium - dan tentunya bukan di hotel," kata Wakil Presiden PETA Asia, Jason Baker.

Di alam liar, beruang kutub biasanya berkeliaran di wilayah yang luasnya bisa mencapai ribuan mil, tambah Baker.

Harbin terkenal dengan festival esnya, dan hotel yang menyerupai igloo raksasa, dengan atapnya ditutup oleh es buatan.

Tetapi beberapa pengguna media sosial Tiongkok menyatakan ketidaknyamanan pada tema hotel ini.

"Penjara berpanorama untuk beruang kutub ... bukankah kita sudah belajar tentang kekejaman terhadap hewan?" tulis seorang netizen di China.

"Kesenjangan dalam undang-undang perlindungan satwa liar China memungkinkan bisnis untuk mengeksploitasi hewan tanpa mempedulikan kesejahteraan mereka," kata juru bicara China Animal Protection Network, yang menolak disebutkan namanya, kepada AFP.

Otoritas China baru-baru ini mengubah undang-undang untuk melarang konsumsi satwa liar, setelah spekulasi asal-usul virus Corona mendorong para penyelidik ke pasar yang menjual hewan di Wuhan.

Tetapi penggunaan spesies yang terancam punah dalam pengobatan tradisional tetap merajalela, dan sirkus serta kebun binatang China sering dikritik karena standar yang buruk dalam kandang dan perawatan hewan.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.