Langka, Air Terjun Ini Bisa Berubah Warna

Air terjun di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, Australia (Stacey Mcgregor/Stuff.co.nz)


HUJAN deras yang melanda banyak negara bagian Australia telah mencapai pusat merah negara itu. Uluru yang ikonik telah menerima lebih dari 46 mm curah hujan yang menyebabkan terjadinya pemandangan air terjun langka yang mengalir di batu pasir monolit.

Turis berbondong-bondong ke Taman Nasional di Teritorial Utara untuk melihat air hujan yang mengalir di batu monolit merah.

“Hujan turun lima kali lipat rata-rata bulanan bulan Maret dalam empat hari,” lapor CNN yang dilansir Okezone dari Stuff.co.nz.

Sebuah postingan di Facebook Taman Nasional Uluṟu-Kata Tjuṯa menyebut fenomena ini “unik dan luar biasa”.

“Saat suhu turun dan kabut menyelimuti Uluṟu, gurun yang gersang meledak dengan warna dan kehidupan.

“Air hujan di permukaan batuan menyebabkannya berubah warna. Dari merah anggur gelap hingga perak bersinar dan bahkan hitam, setiap sisi Uluru memiliki warna yang berbeda, menjadikan tontonan ini menyenangkan bagi fotografer. Setelah hujan, tanaman gurun bermekaran dan banyak hewan muncul untuk kawin dan memberi makan. ” kata postingan tersebut.

Taman juga mengeluarkan peringatan kepada wisatawan untuk memeriksa kondisi cuaca sebelum berkunjung. Pemandu wisata lokal Stacey MacGregor, yang mengambil gambar air terjun, mengatakan kepada CNN: "Saya telah tinggal dan bekerja di Uluru selama empat tahun dan tidak pernah melihat air terjun dan hujan seperti ini.”

Uluru adalah situs suci dan memiliki makna spiritual yang besar bagi masyarakat Anangu, pemilik tradisional tanah tersebut. Hingga 2019, wisatawan diizinkan untuk mendaki monolit, yang sekarang dilarang setelah kampanye yang panjang.




Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.