Malaysia Hidupkan Lagi Pariwisata, Turis Menunggu Dicabut Larangan Perjalanan

https: img.okezone.com content 2021 03 12 406 2376819 malaysia-hidupkan-lagi-pariwisata-turis-menunggu-dicabut-larangan-perjalanan-vccXCuahfc.jpg

MALAYSIA bersiap menghidupkan kembali pariwisata setelah sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Wisatawan di Negeri Jiran sudah tak sabar menunggu dibukanya pembatasan terutama antarnegara untuk liburan.

Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, Zulkifly Md Said mengatakan, sektor pariwisata Malaysia akan meningkat dengan banyaknya wisatawan yang akan “balas dendam” untuk liburan jika pembatasan dibuka.

"Wisatawan domestik kita menunggu untuk melakukan perjalanan lagi, terutama perjalanan antarnegara. Jika diizinkan melintasi batas, mereka akan diperbolehkan melakukannya," ujar Zulkifly seperti dilansir dari The Sar, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Zulkifly, pihak Tourism Malaysia telah mengamati pergerakan perjalanan yang menggembirakan dengan pencabutan larangan perjalanan antardistrik baru-baru ini.

"Hotel menerima tamu staycation akhir pekan. Karena orang sudah lama terjebak di rumah, mereka hanya ingin bersantai di hotel dan jalan-jalan di kota," katanya, seraya menambahkan bahwa maskapai penerbangan harus memperkenalkan lebih banyak rute domestik.

 

Istilah "pariwisata balas dendam" menggambarkan keinginan besar orang-orang untuk bepergian setelah terjebak lama di rumah saat pandemi COVID-19.

Menurut Zulkifly, operator pariwisata di Malaysia siap menerima pengunjung begitu aktivitas pariwisata kembali normal. Aktivitas pariwisata saat ini diizinkan di bawah area perintah kontrol pergerakan bersyarat dan pemulihan MCO.

Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri, bagaimanapun, mengatakan kegiatan pariwisata di kawasan MCO bersyarat akan dibatasi hingga 50% dari kapasitas tempat.

Dia mengatakan di antara kegiatan yang diperbolehkan termasuk tempat-tempat umum dan wisata seperti kebun binatang, situs warisan budaya, museum, peternakan, akuarium, pusat edukasi, taman rekreasi, taman hiburan, gerai taman ekstrim dan alam.

Meski demikian, Zulkifly mengingatkan agar pelancong dan operator pariwisata perlu mencermati standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

“Pelajaran dipetik dari peningkatan kasus menjelang akhir tahun lalu (ketika perjalanan antarnegara diizinkan). Ketidakpatuhan terhadap SOP entah bagaimana telah menyebabkan lonjakan kasus COVID-19," kata Zulkifly.

"Ketika perjalanan antarnegara diizinkan lagi, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengamati dan mematuhi SOP. Kami tidak ingin memiliki MCO 3.0," lanjutnya.

Zulkifly menambahkan, negara juga sedang mempertimbangkan health pass, seperti International Air Transport Associations (IATA) Travel Pass, untuk memfasilitasi perjalanan pasca pandemi.

“Kami membutuhkan dokumen valid yang dapat diterima sebagai permulaan, di kawasan ASEAN. Dokumen tersebut juga tidak boleh mudah dipalsukan demi keselamatan para pelancong dan juga keamanan negara tujuan mereka,” ucapnya.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.