Masa Sih, Keponakanku Ditaksir Hantu Wanita Berambut Panjang?



Keponakanku yang laki-laki ini memang baru kelas 1 SMP. Tapi, Bun, perawakannya tinggi besar kayak anak SMA. Wajahnya tampan, pemalu, dan penakut banget.

Biasanya, dia dan dua keponakanku yang lain menginap di rumah Ibuku tiap Sabtu dan Minggu. Tiga bocah laki-laki ini tidur di satu kamar di lantai atas, yang berseberangan dengan kamar Ibuku.

Kedua anakku juga sering main bareng mereka di kamar itu. Kadang mereka betah lho seharian nggak keluar kamar. Main game online! Tapi anehnya, kenapa cuma satu keponakan yang suka lihat penampakan.

Ya, Si Tampan ini mengaku beberapa kali lihat sosok yang sama dan selalu di lantai atas. Seringnya waktu malam hari, Bun. Kalau tiba-tiba dia lari terbirit-birit turun tangga, pertanda tuh.

"Gede banget, item, perempuan rambutnya panjang," ucapnya sambil terengah-engah, menggambarkan penampakan yang baru dilihatnya di kamar.

Karena nggak pernah lihat yang begituan, aku malah ngeledekin dia, "Halu kali, Mas."

Dia pun kesal dan berusaha meyakinkan, apa yang dilihatnya itu memang benar-benar ada. Tapi ya, Bun, seumur hidup tinggal di rumah orang tuaku itu, aku dan kakak-kakakku nggak pernah lihat penampakan.

Selama pandemi, keponakanku yang tampan ini tinggal di rumah Ibuku. Ia menempati kamar depan di lantai atas, berseberangan dengan kamar Ibuku.

Seragam sekolah, laptop, dan semua buku-buku pelajaran diangkut. Yaaa, meskipun penakut, tapi dia berani tidur sendiri di kamar itu. Kamar yang ku tempati sebelum nikah dulu.

Ternyata, keponakanku itu sering mengalami hal aneh. Entah di kamar, atau di ruangan lain di lantai atas. Setelah pertama kali lihat penampakan di kamar, yang kedua kali ini benar-benar bikin dia kaget banget.

"Aku keluar kamar mandi, ada perempuan rambut panjang di depan kamar Uti (Ibuku)," katanya.

Sosok itu rupanya mirip seperti yang pertama kali dia lihat. Hmmm, aku no comment deh. Antara percaya dan enggak percaya juga. Aku masih mengira dia halu aja.

"Tante, ada yang item, gede, rambut panjang," ucapnya, sambil mengucek-ucek mata.Sampai satu malam, sekitar jam 2 dini hari, keponakanku tiba-tiba setengah berlari menuruni tangga. Kebetulan, malam itu aku masih menyelesaikan pekerjaan di depan laptop, duduk di ruang tengah lantai bawah.

"Mimpi kali, Mas?" ujarku.

"Enggak, beneran," jawabnya, lalu kembali ke atas.

Esok harinya, Ibuku cerita, keponakanku itu memang sering banget tiba-tiba terbangun tengah malam. Sambil ketakutan, dia pindah tidur ke kamar Ibuku. Duuuh, kok ada-ada aja sih. Masa iya, keponakanku ditaksir penampakan hantu wanita berambut panjang.


Sumber :HaiBunda.com

No comments

Powered by Blogger.