Menelusuri Sukhotai, Pusat Kota di Thailand Sebelum Bangkok

Turis di Sukhothai Historical Park. (AFP/MLADEN ANTONOV)

Jauh sebelum Bangkok menjadi ibu kota Thailand, pemerintahan Negara Gajah Putih berpusat di Sukhothai.

Saat ini bekas ibu kota itu dipugar menjadi objek wisata bersejarah Sukhothai Historical Park (Taman Sejarah Sukhothai). Kawasan ini juga telah masuk dalam daftar Situs Warisan Sejarah Dunia UNESCO.

Sukhothai Historical Park mencakup area seluas sekitar 70 kilometer persegi dan berisi lebih dari 190 reruntuhan bersejarah.

Di dalam tembok kotanya, Wat Mahathat berdiri sebagai episentrumnya. Area itu berfungsi sebagai pusat spiritual kerajaan dan istana kerajaan.

Tepat di utara kota terdapat area kecil yang tertutup, area pemukiman penduduk yang dinamakan Wat Phra Pai Luang.

Saat berjalan-jalan di halaman taman bersejarah itu, Anda akan menemukan setidaknya tiga gaya arsitektur.

Mengutip Thailand-Guide, rakyat Sukhothai awal berbagi keyakinan yang sama tentang sistem alam semesta dengan orang Khmer, kelompok etnis yang mendiami Kamboja dan juga tersebar di Vietnam.

Candi-candi ditata menurut konsep Gunung Meru, dengan bagian pusatnya (prang) dibangun paling tinggi dan mencolok.

Hanya setelah ajaran Buddhisme Theravada memasuki kerajaan, prang yang berbentuk mirip jagung digantikan bentuk lonceng (chedi).

Pengrajin Sukhothai juga mengembangkan bentuk chedi ala mereka yang mirip kuncup teratai: teknik konstruksi bata di atas semen, dan gambar Buddha dengan bentuk khas yang anggun.

Sekitar 60 kilometer dari Taman Bersejarah Sukhothai adalah kota kembarnya Si Satchanalai, pusat perdagangan yang berkembang pesat dengan China pada saat itu.

Jika Anda punya waktu, kunjungi Si Satchanalai untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang Kerajaan Sukhothai.

Sejarah

Sebagian besar sejarah terbentuknya Thailand dapat ditelusuri kembali ke Kerajaan Sukhothai, meskipun beberapa sejarah yang berasal dari periode kuno ini masih diperdebatkan.

Sebelum kebangkitan Sukhothai, Siam terdiri dari wilayah-wilayah kecil, tunduk pada kekuasaan Kekaisaran Khmer kuno.

Raja pendiri Sukhothai mampu mengkonsolidasikan kekuasaan dan menggantikan Khmer sebagai penguasa Siam yang baru berdiri.

Selain di bidang pemerintahan dan agama, Kerajaan Sukhothai yang berumur pendek menandai periode emas untuk seni dan arsitektur.

Raja Ramkhamhaeng Agung (1239 - 1317), raja kedua dari dinasti Phra Ruang, menetapkan mazhab Buddhisme Theravada Ceylon sebagai agama di wilayahnya, mendirikan sistem administrasi, dan mendokumentasikan huruf Thailand dari aksara Khmer kuno.

Setelah Raja Ramkhamhaeng, Sukhothai perlahan memasuki masa kemunduran, dimulai tahun 1378 dan seterusnya.

Pada pertengahan abad ke-15, Sukhothai dianeksasi sepenuhnya oleh Kerajaan Ayutthaya.

Tips berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Sukhothai Historical Park adalah pagi hari, karena cuaca bisa sangat panas pada tengah hari.

Untuk fotografer, pergilah tepat sebelum matahari terbenam untuk menangkap gambar matahari oranye cerah yang terbenam di belakang patung Buddha raksasa yang duduk di Wat Mahathat.

Minum banyak air, oleskan tabir surya serta kenakan pakaian tipis dan sepatu yang nyaman untuk berkeliling kompleks megah ini.

Lebih baik menyewa sepeda motor daripada sepeda jika Anda berencana untuk menjelajahi seluruh sudut Sukhothai Historical Park.

Terlalu malas untuk berjalan? Cobalah tur trem berpemandu yang mengunjungi semua situs utama di Sukhothai Historical Park.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.