Mengenal 10 Stilasi Bukti Peristiwa Bandung Lautan Api

Stilasi di salah satu sudut Kota Bandung (Foto : Istimewa)

BANDUNG - Peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) diperingati setiap tanggal 24 Maret. Hari dimana pada 23 Maret 1946 lalu, rakyat Bandung bersama dengan para pejuang membungihanguskan Bandung untuk mengusir penjajah Belanda. Sebuah pengorbanan jiwa raga harta benda demi kemerdekaan Indonesia.

Tentu saja, peristiwa heroik tersebut tidak boleh dilupakan begitu saja. Generasi muda saat ini mesti tahu sejarah masa lalu, bagaimana Bandung dipertahankan. Sehingga dalam beraktivitas di tengah hingar bingar kota, tetap ingat akan jasa para pejuang.

Selain Monumen Bandung Lautan Api (BLA) di Lapangan Tegallega, Kota Bandung juga memiliki 10 stilasi yang tersebar di sejumlah titik. Walaupun beberapanya saat ini kondisinya tak terawat, namun ini menjadi penanda dan pengingat pariwisata silam.

Bentuk stilasi dibuat mirip tugu berukuran tinggi kurang dari 1 meter. Berhenti segitiga memanjang, dengan ranting atau bunga di bagian atasnya. Sementara di bagian sisinya, terdapat tulisan dan peta yang menjelaskan peristiwa bersejarah di tempat tersebut.

Pembuatan stilasi itu diinisiasi oleh Bandung Heritage yang bekerja sama dengan sejumlah pihak pada 1997. Tak hanya peristiwa Bandung Lautan Api, stilasi tersebut juga menunjukkan tempat-tempat yang berkaitan dengan perjuangan merebut kemerdekaan.

1. Stilasi di Jalan Ir H. Juanda - Sultan Agung.

Stilasi berada di depan gedung bekas kantor berita Jepang, Domei. Kantor ini sudah ada sejak tahun 1937. Menurut catatan sejarah, di kantor berita inilah untuk pertama kalinya teks proklamasi dibaca oleh rakyat Bandung. Kali ini bangunan tersebut sebagai Kantor Bank BTPN.

2. Jalan Braga

Stilasi ini tepatnya berada persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan terletak gedung Bank BJB yang dahulu bernama Gedung Denis. Di gedung ini, pada Oktober 1945, pejuang Bandung Moeljono dan E. Karmas merobek bendera Belanda sebagai bentuk perlawanan.

3. Jalan Asia-Afrika

Stilasi ini berada di depan Gedung Asuransi Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika atau di seberang Masjid Raya Jawa Barat. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai markas resimen 8 yang dibangun pada tahun 1922.

4. Jalan Simpang

Berada di sebuah rumah yang terletak di Jalan Simpang. Di tempat inilah dilakukan perumusan serta diambilnya keputusan pembumihangusan kota Bandung. Perintah untuk meninggalkan kota Bandung pun dikomandoi dari rumah ini. Rumah tersebut kini dijadikan tempat tinggal dan masih dalam bentuk aslinya.

5. SD Dewi Sartika

Stilasi ini tak jauh dari Jalan Oto Iskandardinata - Jalan Kautamaan Istri. Tepatnya di depan SD Dewi Sartika.

6. Jalan Ciguriang

Stilasi letaknya pas di Jalan Ciguriang sebelah pusat perbelanjaan Yogya Kepatihan. Terletak dalam sebuah rumah yang juga markas komando Divisi III Siliwangi pimpinan kol. A.H. Nasution.

7. Belakang Kampus Unpas

Stilasi ini berada di persimpangan Jalan Lengkong Tengah dan Jalan Lengkong Dalam tepatnya belakang kampus Unpas. Tempat ini merupakan tempat tinggal indo Belanda.

8. Jalan Jembatan Baru

Stilasi berada di Jalan Jembatan baru yang merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong.

9. Jalan Asmi

Stilasi berada di SD Asmi, tepatnya di Jalan Asmi. Bangunan utama gedung tidak banyak mengalami perubahan. Tempat ini digunakan sebagai markas pemuda pejuang, PESINDO dan BBRI sebelum terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api.

10. Gereja Gloria

Stilasi juga berada di depan sebuah gereja yang terletak di jalan ini. Gereja yang bernama Gloria, dahulunya merupakan gedung pemancar NIROM yang digunakan untuk menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia. Di seberang stilasi inilah, di Taman Tegallega, sebuah tugu kokoh bernama tugu Bandung Lautan Api berdiri.


Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.