Misteri Si Merah di Rumah Pengabdi Setan



Siapa yang tidak mengenal Rumah Pengabdi Setan, rumah yang dicari banyak orang setelah mereka menonton sebuah film rekaan ulang berjudul 'Pengabdi Setan'. Rumah ini menjadi lokasi syuting film yang mana disutradarai oleh Joko Anwar pada 2017.

Tidak banyak yang tahu bahwa rumah yang berada di tengah-tengah perkebunan teh Kertamanah Pangalengan, Kabupaten Bandung itu masih menyimpan sejumlah misteri. Salah satunya, misteri sosok wanita yang diberi julukan Si Merah.

Julukan ini berkembang di masyarakat Pangalengan Kabupaten Bandung terkhusus mereka yang tinggal di tengah-tengah perkebunan teh dan tidak jauh dari rumah pengabdi setan.

Suasana dingin menyelimuti setiap orang yang bertamasya ke rumah pengabdi setan ini. Namun rupanya ada cerita yang berselimut dan masih menjadi misteri.

Sosok ini seringkali menampakan diri dengan mengenakan sebuah baju khas berwarna merah. Cerita yang berkembang di masyarakat adalah pada zaman penjajahan Belanda ada seorang wanita yang bekerja sebagai pemetik daun teh.

Ia bekerja pada seorang majikan berkebangsaan Belanda. Perempuan ini pun dikabarkan meninggal. Warga yang mengetahui hal tersebut menduga bahwa majikannya-lah yang membunuh wanita malang tersebut.

Cerita itu disampaikan oleh salah seorang pengelola rumah pengabdi setan, Rizky Fauzy. Rizky mengatakan bahwa cerita tersebut sering dituturkan oleh banyak warga dan juga wisatawan yang datang.

"Di sini kan yang menjadi maskot mistisnya itu Si Merah, kalau kata orang sini mah Si Beureum (merah dalam bahasa Sunda)," tutur Rizky.

Bukan hanya sekali, tapi kejadian itu sering terjadi pada beberapa pengunjung yang dianggap memiliki kelebihan dan dapat melihat sosok makhluk astral. Rizky menuturkan bahwa sempat ada seorang Youtuber yang menyaksikan sosok tersebut hadir ketika proses syuting berlangsung.

Dan Si Merah ini dikabarkan, kata Rizki, sempat berkomunikasi dan menceritakan soal kejadian yang menimpa dirinya.

"Kira-kira tahun 1920-an, dia orang pribumi dulunya dia disiksa oleh orang Belanda. Dia bekerja sebagai pemetik teh," kata Rizky.

Rizky pun menuturkan bahwa ciri khas merah itu dikarenakan wanita tersebut sering memakai baju merah ketika bekerja. Bahkan dalam cerita warga, ketika hujan pun wanita tersebut seringkali memakai payung berwarna merah.

"Merah itu bukan berarti merah sosoknya tapi kebetulan dia bekerja memakai baju merah. Waktu hujan juga pakai payung merah," tuturnya.

Cerita ini pun berkembang menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin merasakan sensasi horor di rumah yang dibangun pada 1923 itu. Tak sedikit pengunjung yang yang tampak ketakutan saat mencoba masuk ke rumah pengabdi setan.

Rizky sebagai pengelola mengatakan cerita tersebut bukanlah rekayasa semata tetapi dialami oleh sejumlah pengunjung dan menjadi cerita di tengah masyarakat.

Untuk membuktikannya, kata Rizki, pihaknya membuka rumah pengabdi setan ini selama 24 jam. Hal itu dimaksudkan agar wisatawan tidak hanya mendengarkan cerita mistis dari guide. Melainkan dapat menikmati langsung sensasi mistis yang ada di rumah pengabdi setan.

"Kita selaku pengelola ya menyediakan memfasilitasi begitu jika ingin mengeksplor kisah yang ada di rumah itu," katanya.

Bagi kamu yang penasaran atau ingin mencoba sensasi berkunjung ke rumah pengabdi setan di tengah malam silakan mencoba. Dan jangan pergi ke sana sendirian.


Sumber :Detiknews




No comments

Powered by Blogger.