Nenek di San Fransisco Melawan Pria Penyerang Warga Keturunan Asia, Kondisinya Trauma


 

    Kasus kekerasan terhadap warga Amerika Serikat keturunan Asia kembali terjadi di San Fransisco, ketika seorang nenek asal China melawan seorang pria yang memukulnya hingga mengalami luka di bagian mata. 

Insiden itu pun membuat nenek berusia 76 tahun tersebut trauma untuk bepergian keluar rumah. 

Pelaku telah ditangkap oleh pihak berwenang setempat pada Kamis 18 Maret. 

Dilansir South China Morning Post, Jumat (19/3/2021) nenek bernama Xiao Zhen Zie menceritakan dalam sebuah wawancara dengan KPIX-TV bahwa ia tengah menunggu untuk menyeberang jalan di pusat Kota San Fransisco pada Rabu (17/3), ketika seorang pria berusia 39 tahun menonjoknya tanpa alasan. 

Insiden tersebut pun menandai salah satu dari beberapa serangan baru-baru ini terhadap lansia keturunan Asia-Amerika di AS.

Berbicara dalam dialek asli Taishan yang diterjemahkan oleh putrinya, Zie menerangkan bahwa dirinya menanggapi serangan itu secara naluriah dengan melawan pria itu. Zie juga sempat melawan dengan hendak memukul pria tersebut berulang kali dengan tongkat kayu.

Seorang karyawan KPIX-TV, diketahui merekam situasi lokasi pasca serangan itu. 

Rekaman itu menunjukkan Zie yang tak kuasa menahan tangis, karena berusaha menahan rasa sakit pada matanya yang terluka. 

"Sangat trauma, sangat ketakutan dan mata (Xiao Zhen Zie) masih mengeluarkan darah," ungkap putri dari Zie, Dong-Mei Li, kepada KPIX-TV.

Cucu Zie, yang bernama John Chen, juga mengatakan bahwa serangan itu membuat neneknya terlalu ketakutan untuk meninggalkan rumahnya.

Polisi mengatakan bahwa tersangka, yang diidentifikasi sebagai Steven Jenkins, juga sempat menyerang seorang kakek berusia 83 tahun dari Vietnam di daerah yang sama tidak lama sebelum dia menyerang Zie.

Seorang penjaga keamanan mengejar Jenkins setelah dia menyerang kakek tersebut, dan ketika dia melarikan diri, dia memukul Zie, menurut keterangan dari seorang polisi San Fransisco yang bernama Adam Lobsinger.

Petugas keamanan kemudian menahan Jenkins sampai polisi datang.

Kakek yang bernama Ngoc Pham, jatuh dan mengalami luka dan memar di bagian kepalanya. Ia juga mengalami patah tulang di hidung, menurut Ben Mok, manajer Community Youth Center of San Francisco. 

Organisasi tersebut pun telah menyiapkan penggalangan dana secara online untuk mendukung pemulihan Ngoc Pham.

Ben Mok juga menerangkan bahwa para dokter kini sedang mengevaluasi tingkat keparahan cedera leher yang dialami Ngoc Pham.

Setelah dirawat di rumah sakit karena kondisi medis yang tidak terkait, Jenkins dibawa ke penjara dan menjalani proses penyelidikan atas kasus penyerangan dan pelecehan terhadap lansia, kata Lobsinger.

Penyelidik kini juga mengamati untuk menentukan apakah rasisme merupakan faktor dalam serangan tersebut.

Dengan meningkatnya kekerasan, polisi-polisi di San Fransisco, dan kota-kota AS lainnya telah meningkatkan patroli di lingkungan permukiman warga Asia.

Upaya pengamanan itu dilakukan menyusul penembakan mematikan di Georgia yang menewaskan enam perempuan Asia dan dua orang lainnya.

Serangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga Asia-Amerika, yang semakin menjadi sasaran kekerasan sejak Virus Corona COVID-19 mulai menyebar di AS 2020 lalu.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.