Pantai Melasti, Lokasi Ritual Nyepi sampai Foto Pre-Wedding

Umat Hindu melempar hewan kurban ke laut pada puncak ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pantai Purnama, Gianyar, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)


Berdiam diri di rumah dan Pawai Ogoh-ogoh merupakan ritual dan tradisi Hari Raya Nyepi yang paling populer dikenal.

Namun sebelum ritual berdiam diri di rumah, atau yang disebut Catur Brata Penyepian, umat Hindu akan melakukan ritual Melasti.

Melasti adalah upacara pensucian diri. Prosesinya dilakukan di pinggir pantai, dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.

Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).

Selain melakukan persembahyangan, dalam upacara ini juga dilakukan penyucian benda sakral milik pura (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya). Sebelumnya, benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi desa, dengan maksud juga menyucikan desa.

Seluruh peserta memakai baju putih, lalu pemuka agama akan memercikkan air suci kepada seluruh warga yang datang.

Upacara Melasti juga dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, atau tiga dewa dalam Agama Hindu, yakni Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.

Berbicara mengenai perayaan Nyepi di Bali, ada tujuh pantai di Pulau Dewata yang menjadi lokasi upacara Melasti, yakni Pantai Legian, Canggu, Petitenget, Batu Bolong, Kuta, dan Melasti.

Sesuai namanya, pantai yang terakhir bisa dibilang lokasi utama upacara Melasti.

Pantai Melasti berada di kawasan Ungasan, tak begitu jauh dari Pura Uluwatu atau sekitar 35 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Jika biasanya menjangkau pantai-pantai di Uluwatu harus naik dan turun tangga yang curam, maka tidak dengan Pantai Melasti.

Medan pantai yang dikelilingi tebing kapur ini cukup landai. Hanya saja untuk sampai ke bibir pantainya turis harus berkendara dari pintu masuk pengecekan tiket.

Aspal menuju Pantai Melasti sangat mulus. Kabarnya, jalanannya yang meliuk-liuk itu sudah dibangun sejak tahun 2010 dan baru rampung pada tahun 2018.

Jangan kaget saat datang ke sini melihat banyak pasangan yang sedang melakukan pemotretan pranikah.

Jika berencana melakukan hal yang sama, sebaiknya memilih studio foto yang mumpuni, sehingga tak kerepotan mengurus izinnya yang berbayar.

Dari pintu masuk pengecekan tiket hingga bibir pantai turis akan disuguhi pemandangan pesisir yang indah. Jangan takut kehabisan tempat saat ingin berjemur di sini, karena garis pantainya yang lebar dan panjang.

Agar duduk lebih nyaman, bisa menyewa kursi pantai dari pemilik warung makanan dan minuman di sekitarnya.

Ombak di Pantai Melasti terbilang landai, sehingga banyak turis yang berenang di pinggirnya. Sudah tersedia juga kamar mandi untuk membilas badan dan berganti baju.

Di luar perayaan Nyepi, Pantai Melasti bebas dikunjungi turis. Namun jangan lupa menjaga kebersihan dan kesantunan selama di sini.

Jika ingin berkunjung ke Pantai Melasti dalam waktu dekat, tetap patuhi juga protokol kesehatan pencegahan virus Corona.







Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.