Pekerja migran di Taiwan yang menghadapi akhir kontrak bisa mendapatkan perpanjangan 6 bulan

Pekerja migran yang kontraknya akan berakhir dapat mengajukan perpanjangan 6 bulan

(Foto CNA)

TAIPEI - Saat pandemi virus korona terus merajalela di negara asalnya, pekerja migran di Taiwan yang kontraknya akan segera berakhir akan diizinkan perpanjangan enam bulan.

Pada hari Rabu (10 Maret), Badan Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) Kementerian Tenaga Kerja (MOL) mengumumkan bahwa pekerja migran yang mendekati batas tahun kerja mereka di negara itu antara 17 Maret dan 30 Juni akan diizinkan untuk memperpanjang kontrak mereka enam lagi. bulan, lapor CNA. Menurut Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan (就業 服務 法), orang asing yang dipekerjakan sebagai pengasuh rumah tangga tidak boleh bekerja di Taiwan selama lebih dari 14 tahun, sedangkan mereka yang berada di wilayah kerja lain tidak boleh lebih dari 12 tahun.

Namun, karena pandemi dan oleh, MOL telah mengizinkan majikan untuk mengajukan perpanjangan waktu bagi pekerja migran untuk mencapai masa kerja maksimum yang diizinkan. Dari 17 Maret hingga 30 Juni, majikan dapat mengajukan perpanjangan enam bulan bagi pekerja migran mereka jika kontrak mereka masih tersisa empat bulan atau kurang, menurut pernyataan MOL.



Berdasarkan statistik kementerian, ada 10.653 aplikasi untuk perpanjangan kontrak pada 28 Februari, di mana 6.724 untuk pekerja pabrik dan 3.929 untuk perawat rumah tangga. Perpanjangan ini menandai keempat kalinya sejak dimulainya pandemi bahwa WDA telah memberikan perpanjangan waktu bagi pekerja migran yang kontrak akhirnya akan berakhir, termasuk dua perpanjangan tiga bulan dan satu penangguhan hukuman enam bulan.

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.