Penerjun Berpengalaman Tewas Mengenaskan Usai Parasut Gagal Mengembang

 

 

     pria berusia 30 tahun tewas dalam kecelakaan terjun payung di Teluk Jurien, sekitar 220 kilometer utara Perth, Australia Barat, Senin sore. Polisi menyatakan, parasut sang penerjun gagal mengembang sehingga ia terjun bebas dan meregang nyawa di lokasi.




Korban bersama teman-temannya berkompetisi dalam Kompetisi Virtual Nationals Skydiving, kompetisi selama sepekan yang digelar di sejumlah lokasi di Australia.


Sebuah perusahaan skydiving lokal mengonfirmasi bahwa pria itu adalah warga negara asing yang melakukan lompatan solo.

Dalam sebuah pernyataan, salah satu pemilik Skydive Jurien Bay, Christine Sparrow membenarkan bahwa pria itu berkompetisi dalam acara wingsuit.

"Ini hari yang buruk bagi komunitas terjun payung," kata dia, dikutip ABC.

"Kami tidak pernah mengalami kematian dalam 10 tahun. Kami menjalankan bisnis di sini, di Teluk Jurien, atau pada kegiatan skydiving sebelumnya," sambungnya.

Pejabat Dandaragan Shire, Australia Barat, Leslee Holmes mengatakan, tragedi itu telah menghancurkan perasaan warga kota pesisir itu. "Orang yang kehilangan nyawanya adalah seorang veteran terjun payung, 6.000 lompatan," sebut Holmes.

Holmes memaklumi jika korban terjun dengan membawa peralatan sendiri. Namun, aspek keamanan dan keselamatan sejatinya tetap diperhatikan sebelum memulai olahraga ekstrem itu.

"Saksi mata, dan (orang-orang) yang harus menyaksikan ini, pasti sangat mengerikan," kata dia.


Sementara, dalam sebuah pernyataan, Kepala Eksekutif Federasi Parasut Australia, Richard McCooey berujar bahwa kematian pria itu akan tetap diselidiki secara menyeluruh.

"Terlepas dari tingkat pengalaman yang terlibat, keselamatan adalah yang terpenting dan kami menangani insiden itu dengan sangat serius," katanya.

Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab paling mungkin atas kecelakaan tragis tersebut

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.