Pengidap Diabetes Berisiko Mengalami Penyakit Asam Urat



Munculnya masalah pada tubuh tidak boleh kamu anggap remeh. Kamu harus memperhatikan gejala sekecil apapun pada tubuh, karena ini adalah pertanda bahwa tubuh sedang mengalami suatu gangguan. Misalnya, pada bagian persendian. Rasa nyeri pada sendi yang dibarengi dengan pembengkakan sendi adalah kondisi yang serius, karena ini merupakan salah satu gejala dari penyakit asam urat. 

Asam urat atau gout dalam istilah medisnya terjadi karena tingginya kadar asam urat di dalam darah. Normalnya, asam urat seharusnya ikut larut dalam darah dan terbuang ketika kamu buang air kecil. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kelebihan kadar asam urat dan gangguan pada proses pembuangan urine. Tidak hanya gaya hidup, pola makan dan kondisi medis pun bisa turut menjadi penyebab seseorang mengalami asam urat. 

Diabetes dan Risiko Asam Urat
Ternyata, diabetes menjadi salah satu kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam urat pada seseorang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebenarnya, apa kaitan antara diabetes dan masalah asam urat? 

Orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hiperurisemia, dan orang dengan kondisi asam urat akan lebih berisiko untuk mengalami diabetes. Tidak semua orang dengan hiperurisemia akan mengalami asam urat, tetapi risikonya akan lebih tinggi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat. 

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin dengan baik dan gula akan tetap berada di dalam darah ketika seharusnya berpindah ke dalam sel. Kondisi inilah yang dikenal dengan resistensi insulin. Hal ini mungkin berperan dalam potensi terjadinya asam urat dan hiperurisemia, juga membuat resistensi insulin menjadi lebih buruk.

Ternyata, ada faktor lain yang turut berperan dalam kedua kondisi medis ini, yaitu:

Kegemukan. Hampir 90 persen pengidap diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Sayangnya, pengidap obesitas empat kali lebih berisiko mengalami asam urat, karena berat badan berlebih akan memperlambat kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh.
Kondisi medis lainnya. Sekitar 80 persen pengidap diabetes tipe 2 juga mengidap tekanan darah tinggi. Kondisi ini akan meningkatkan kadar asam urat dan turut berkaitan dengan resistensi insulin. Asam urat dan diabetes juga memiliki keterkaitan dengan kerusakan ginjal dan masalah pada jantung.
Usia. Baik gout maupun diabetes tipe 2 lebih berisiko terjadi pada orang- orang berusia 35 tahun atau lebih. 

Mengontrol Asam Urat dan Diabetes
Perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengontrol gula darah dalam tubuh. Selalu jaga pola makan, lakukan diet yang terbaik untuk terhindar dari diabetes dan asam urat. Kurangi atau batasi makanan tinggi purin, seperti daging merah dan makanan laut. Hindari konsumsi minuman beralkohol, rutinlah berolahraga, dan pastikan kebutuhan cairan harian tubuh terpenuhi. 


Sumber : Halodoc

No comments

Powered by Blogger.