Perkuat Pasar Indonesia, Kookmin Bank Tambah Layanan Baru



   Pada 24 Februari 2021, Bank KB Kookmin secara resmi mengubah nama dan logo anak perusahaan Bank Bukopin di Indonesia.

Tak hanya itu, di bulan Desember 2020 Bank KB Kookmin juga meluncurkan kampanye iklan dengan menggandeng global star kenamaan asal Korea Selatan yaitu BTS yang telah berkolaborasi dengan Bank KB Kookmin sejak 2018. Iklan tersebut mendapat sambutan serta antusiasme yang cukup baik dari masyarakat Indonesia, dengan jumlah penonton secara online lebih dari 33 juta kali.

Melihat antusiasme tersebut, KB Kookmin yang merupakan bank nomor 1 di Korea pun mulai melebarkan sayapnya dengan menambahkan layanan perbankan seperti manajemen resiko dan keuangan digital yang bertujuan untuk merancang masa depan keuangan digital dan memperkuat kepercayaan nasabah setianya di Indonesia.

"Fokus kami adalah mengembangkan Bank KB Bukopin agar masuk dalam jajaran 10 bank ritel teratas di Indonesia dengan dukungan penuh dari perusahaan dan memberikan pelayanan keuangan komprehensif yang modern kepada seluruh nasabah di Indonesia,” ujar Presiden Direktur KB Kookmin Bank, Heo In, Kamis (25/3/2021)

Layanan tersebut di antaranya kerjasama antar afiliasi seperti KB Securities, KB Insurance, KB Kookmin Card dan KB Capital yang sebelumnya telah masuk ke pasar Asia Tenggara lebih dulu. Bank KB Kookmin sendiri merupakan induk perusahaan Bank KB Bukopin yang memiliki aset terbesar diantara bank komersial lainnya di Korea dengan total aset sebesar KRW 438,4 triliun (per 31 Desember 2020).

Fokus utama dari Bank KB Kookmin dan KB Bukopin adalah menguatkan kapabilitas Manajemen Resiko dan Keuangan Digital.

KB Kookmin Bank juga berencana mengembangkan Bank KB Bukopin dengan menggabungkan keahlian manajemen risiko sistematis serta kemampuan digital canggih untuk SME dan ritel.

Sebagai langkah awal dalam memulai bisnis, pada 10 Maret KB Bukopin dan dewan eksekutif Bank KB [Kookmin](https://www.liputan6.com/tag/bukopin "") berpartisipasi secara langsung untuk bertemu dengan nasabah VIP di Indonesia.
Direktur Utama PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP), Rivan Achmad Purwantono menargetkan pertumbuhan aset perusahaan tahun ini mencapai 23 persen. Didukung pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7-8 persen dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 40 persen.


"Tahun ini Bank KB Bukopin menargetkan tumbuh aset 23 persen. Tentu ini besar karena didukung dengan pertumbuhan kredit 7-8 persen dan DPK 40 persen," kata Rivan dalam Dialog Interaktif bertajuk Banking Outlook 2021, Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Rivan mengatakan pertumbuhan DPK yang agresif ini sangat penting bagi perusahaan. Sebab pihaknya akan melakukan pemulihan bisnis seperti yang dilakukan pada tahun 2020.

DPK ini juga sebagai modal Bank KB Bukopin untuk memperkuat beberapa rencana bisnis yang telah disusun. Salah satunya untuk memperbaiki tata kelola di internal perusahaan. Saat ini pihaknya tengah melakukan optimalisasi pengelolaan manajemen risiko dan memanfaatkan kapasitas dan manajemen resiko dari KB Kookmin Bank.

"Ini bagus untuk mendukung akselerasi dan mencapai aspirasi yang telah ditetapkan dan memang membutuhkan integrasi di seluruh elemen internal bank," kata dia.

Pihaknya juga sedang kembali membangun kepercayaan nasabah dengan meningkatkan reputasi. Bank KB Bukopin juga dalam waktu dekat akan melakukan rebranding dengan memanfaatkan nama besar dari KB Kookmin Bank.

"Rebranding yang akan dilakukan Maret ini dengan memanfaatkan nama besar KB Korean dan menunjukkan eksistensi KB Kookmin ," kata dia.

Tentunya, sambung Rivan, tetap mempertahankan nilai historis yang melekat pada Bank Bukopin. Hal ini dilakukan demi mengembalikan kepercayaan para nasabah.

Selain itu, Rivan mengatakan perusahaan akan melakukan penetrasi terhadap pasar yang baru untuk mengumpulkan DPK. Penetrasi ini dilakukan dengan sasaran komunitas korea yang berkontribusi besar dalam 4 bulan terakhir.

"Dengan mobilisasi ke link korean ini, korean base yang kita buat," kata dia.

Tak hanya itu, bank juga akan fokus memberikan program khusus bagi para nasabah. Namun hal ini tidak berarti memberikan suku bunga yang tinggi.

"Artinya dengan produk yang kita buat, nasabah punya komitmen memberikan CASA sebagai penyeimbang," kata dia.
Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.