Perusahaan Suami Puan (RAJA) & Pertagas Garap Proyek Triliunan



PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)  berencana melakukan kerja sama operasi dengan PT Pertamina Gas atau Pertagas. Rukun Raharja dan Pertagas akan menggarap proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi koridor Balam — Bangka — Dumai dan koridor Minas — Duri — Dumai senilai US$300,62 juta atau sekitar Rp4,34 triliun dengan asumsi kurs Jisdor Jumat Rp14.476 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Berdasarkan keterangan perseroan, porsi pendanaan kerja sama operasi (joint operation/JO) itu adalah 75 persen untuk Pertagas dan 25 persen oleh perseroan. Dengan demikian, emiten berkode saham RAJA itu akan berkontribusi sekitar US$75,15 juta terhadap proyek tersebut. Adapun, Pertagas merupakan entitas usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dengan porsi saham 51 persen, PT Pertamina (persero) dengan porsi saham 48,99 persen, dan PT Pertamina Pedeve Indonesia sebesar 0,01 persen.

Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi mengatakan bahwa JO dengan Pertagas sebagai salah satu upaya perseroan untuk mengembangkan usaha dan melakukan ekspansi di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa. Untuk diketahui, pengembangan proyek pipa minyak koridor Balam-Banglo-Dumai dan koridor Minas-Duri-Dumai itu memiliki panjang kurang lebih 352,43 kilometer yang terdiri atas 12 segmen dan station 3 segmen termasuk fasilitas pendukungnya. 

Perseroan berharap, setelah rencana transaksi menjadi efektif akan meningkatkan posisi RAJA secara signifikan dalam kegiatan usahanya sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham perseroan. 

“Manfaat yang diharapkan akan diperoleh perseroan dengan dilakukannya transaksi ini adalah meningkatkan laba perseroan di masa yang akan mendatang dan meningkatkan daya tarik investasi perseroan,” tulis Djauhar.

Kontribusi pendanaan dari RAJA sekitar US$75,15 juta untuk proyek JO tersebut merupakan 62 persen dari nilai ekuitas perseroan. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2020, total ekuitas RAJA sebesar US$121,08 juta. Dengan demikian, transaksi tersebut merupakan transaksi material yang memerlukan persetujuan dari pemegang saham perseroan sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020 karena nilai transaksi melebihi 50 persen dari ekuitas perseroan. 

Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan berencana akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 27 April 2021. Di lantai bursa, rencana transaksi tersebut disambut meriah oleh pelaku pasar tercermin surat permintaan penjelasan dari Bursa EFek Indonesia untuk perseroan pada 16 Februari 2021. Pasalnya, pada perdagangan Senin (15/3/2021) RAJA melonjak hingga 13 persen. Adapun, sepanjang pekan lalu, RAJA telah naik 16 persen. 

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/3/2021), RAJA parkir di level Rp232, naik 5,45 persen. Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2021, saham RAJA terkoreksi 3,33 persen. Kapitalisasi pasar RAJA saat ini berada di posisi Rp980,68 miliar. 

Berdasarkan komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2020, Hapsoro Sukmonohadi atau lebih dikenal Happy Hapsoro memiliki 32,59 persen saham RAJA. Sisanya, 31,54 persen dimiliki Sentosa Bersama Mitra, Johan Lensa 10,42 persen, dan masyarakat 25,45 persen. Happy Hapsoro merupakan suami dari Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019 — 2024.


Sumber :Bisnis.com

No comments

Powered by Blogger.