Sandra Oh Ikut Demo Stop Asian Hate di Pittsburgh



\  Aktris keturunan Asia Amerika Sandra Oh ikut berdemo mengecam kebencian dan kekerasan terhadap komunitas Penduduk Kepulauan Pasifik Amerika Asia (AAPI) di Pittsburgh, Sabtu (20/3).
Dalam aksi ini, Sandra Oh dan massa yang hadir kompak menyuarakan dukungan mereka untuk komunitas Asia-Amerika menyusul insiden penembakan di tempat pijat yang menewaskan delapan orang beberapa waktu lalu.

Di tengah-tengah kerumunan warga, Sandra Oh mengatakan bahwa ia bangga menjadi orang Asia.


"Pittsburgh, saya sangat senang dan bangga berada di sini bersama Anda, dan terima kasih kepada semua penyelenggara yang telah menyelenggarakan ini hanya untuk memberi kami kesempatan untuk bersama dan berdiri bersama serta untuk merasakan satu sama lain," ujar Sandra Oh mengutip dari Deadline.

Aktris yang membintangi serial The Killing Eve ini menyatakan dukungannya kepada warga keturunan Asia-Amerika untuk berani melawan kekerasan terhadap komunitas mereka yang kian meningkat.

"Saya tahu banyak dari kita di komunitas kita sangat takut, dan saya mengerti itu. Dan salah satu cara untuk mengatasi ketakutan kita adalah dengan menjangkau komunitas kita. Saya akan menantang semua orang di sini, jika Anda melihat sesuatu, maukah Anda membantu saya?" teriak Sandra Oh.
Sebelum bergabung dengan massa pengunjuk rasa, Sandra Oh juga ikut menyuarakan dukungannya untuk warga keturunan Asia Amerika di laman Instagramnya.


"Saya mengirimkan cinta kasih dan dukungan kepada keluarga dari delapan jiwa yang dibunuh di Georgia pada 16 Maret," tulis sandra Oh.

"Dan untuk semua korban kekerasan rasialis. Saya sangat terpukul dan sangat marah. Saya tahu banyak dari Anda yang takut tapi jangan takut. Ingat #itsanhonorjusttobeasian," pungkas Sandra Oh dalam unggahannya.

Selain Sandra Oh, banyak artis keturunan Asia Amerika ikut buka suara menentang maraknya kekerasan terhadap komunitas mereka termasuk Olivia Munn, Daniel Dae Kim dan Jamie Chung.

Dukungan itu disuarakan menyusul aksi penembakan yang menewaskan delapan orang terjadi di tiga panti pijat di Atlanta, AS pada Selasa (16/3).
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyebut empat korban tewas dalam insiden penembakan di Atlanta pada Selasa (17/3) ini merupakan etnis Korea.

Atas insiden ini, pihak berwenang Georgia telah menahan tersangka pelaku penembakan bernama Robert Along. Dari keterangan polisi, Robert Along mengaku bahwa dirinya kecanduan seks yang menyebabkan dia melakukan kekerasan.
Sumber :CNN

No comments

Powered by Blogger.