Selamat Datang Era Tambang Bawah Tanah!

Indonesia harus cepat beradaptasi dan mengembangkan teknologi serta sumber daya manusia untuk menuju operasi tambang bawah tanah (underground mining).

Suasana tambang bawah tanah. - Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso

Tambang bawah tanah disebut menjadi solusi dalam menambah jumlah cadangan mineral dan batu bara tanah air. 

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan bahwa selama ini tambang batu bara yang diterapkan di Indonesia merupakan tambang terbuka. 

Tambang terbuka memiliki kedalaman maksimal dalam proses penambangan. Oleh karena itu, Indonesia harus bersiap memasuki era tambang bawah tanah guna melakukan optimalisasi jumlah cadangan mineral dan batu bara dalam negeri. 
Pasalnya, semakin dalamnya sebuah tambang terbuka, baik mineral maupun batu bara, maka secara ekonomis semakin tidak menguntungkan. 

Hal ini disebabkan nisbah kupas atau stripping ratio semakin tinggi, yakni perbandingan antara jumlah lapisan tanah penutup dengan jumlah produk tambang yang dihasilkan. 

“Tidak hanya soal stripping ratio. Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup [K3LH] juga menjadi perhatian," ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (20/3/2021). 

Dia menuturkan semakin dalam suatu terbuka, maka tantangan teknis K3LH akan meningkat. Hasil kajian teknis dan evaluasi ekonomi pada beberapa tambang terbuka merekomendasikan batas maksimal tambang terbuka. 


Pada kedalaman tertentu (kedalaman transisi), maka metode tambang terbuka harus diubah menjadi tambang bawah tanah. 

Oleh karena iu, Indonesia harus cepat beradaptasi dan mengembangkan teknologi serta sumber daya manusia untuk menuju operasi tambang bawah tanah (underground mining). 

Langkah ini diperlukan agar industri pertambangan tetap dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Industri pertambangan masih sangat diperlukan guna mendukung industri lainnya dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Produk tambang masih sangat dibutuhkan untuk mendukung kehidupan modern saat ini dan pada masa-masa mendatang. Kebutuhan bahan baku untuk industri berteknologi tinggi masih sangat tergantung kepada mineral hasil pertambangan terutama logam tanah jarang," kata Rizal.

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.