Setor Uang Rp35 Juta, Calon TKI asal Lombok Timur Diduga Jadi Korban Penipuan



Sejumlah calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga jadi korban penipuan sebuah lembaga pelatihan dan kursus. Modusnya, mereka dijanjikan bekerja ke Polandia.  

Para korban ini pun melapor ke Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur. Sebelumnya masing-masing korban ada yang menyetorkan uang Rp35 juta. Namun, setahun setelah menyetor uang meraka tak kunjung diberangkatkan. Kini mereka meminta lembaga pelatihan dan kursus tersebut mengembalikan uang mereka.

Salah seorang korban Rio Restapa mengaku awalnya mendapat informasi lowongan pengiriman TKI ke Polandia melalui media sosial Facebook pada bulan Mei 2020. Namun hingga hampir satu tahun menanti para calon TKI ini tak kunjung diberangkatkan. 

"Saya tahu dari Facebook, kami sebenarnya ada sembilan orang. Tapi yang ingin mundur ada empat orang," kata Rio.






Sementara itu, dalam mediasi tersebut terungkap LPK maupun PT SKS cabang Bali tidak punya job order untuk pengiriman TKI ke luar negeri. Mereka melakukan perekrutan secara tidak prosedural dan tanpa berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja setempat. 

"Dirutnya sudah sampaikan kepada saya, bahwa kantor cabang yang ada di Bali itu dilarang melakukan perekrutan dan pengirim TKI," ujar Kabid PPTK Disnakertrans Lombok Timur Moh Hirsan.

"Mereka juga sudah melangkahi kami. Jadi kami akan cari siapa yang awalnya menawarkan itu," ucapnya. 

Dalam mediasi baru berakhir, setelah pihak LPK menyatakan siap mengganti uang empat korban senilai Rp140 juta lebih yang diklaim sudah digunakan untuk mengurus paspor dan biaya pelatihan untuk persiapan keberangkatan.


Sumber :iNewsNTB.id

No comments

Powered by Blogger.