Soal Dugaan Penipuan Penempatan TKI oleh Staf TETO, Ini Penjelasan Taiwan



Kantor Ekonomi dan Dagang Taiwan (TETO) mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengirimkan personel untuk melakukan wawancara terhadap calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk kemudian ditempatkan di Taiwan. Ini adalah respon atas temuan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengenai penipuan uang CPMI dan pemalsuan visa Taiwan oleh P3MI dengan alasan membantu mengatur penempatan ke Taiwan.

"Berkaitan dengan pernyataan CPMI mengenai TETO pernah menugaskan karyawan TETO ke Bandung untuk melakukan wawancara visa kepada CPMI," kata TETO dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Selasa.

"Berdasarkan prosedur yang berlaku saat ini, TETO Jakarta dan TETO Surabaya tidak pernah menugaskan karyawan TETO ke P3MI dan LPK untuk melakukan wawancara visa kepada CPMI dengan tujuan penempatan ke Taiwan pada saat menunggu pelatihan kerja," sambungnya.

TETO menuturkan, setelah CPMI menyelesaikan pelatihan kerja, kemudian pada saat mengajukan permohonan visa PMI, CPMI harus datang ke TETO Jakarta maupun TETO Surabaya untuk pengambilan sidik jari secara langsung.

Apabila diperlukan untuk melakukan wawancara, jelasnya, akan dilakukan di kantor TETO dan bukan dengan menugaskan karyawan TETO ke P3MI dan LPK.

"Mengenai perihal perusahaan yang melakukan pemalsuan visa Taiwan. Setelah pemeriksaan format, data, dan nomor visa yang dipegang oleh korban, menunjukkan visa tersebut adalah palsu," ujarnya.

"Mengenai perihal perusahaan yang mengklaim kepada PMI bahwa mereka dijadwalkan naik pesawat ke Taiwan pada tanggal 29 Maret 2021. Hingga saat ini, Pemerintah Taiwan masih menangguhkan penempatan PMI ke Taiwan karena pertimbangan kondisi pandemi," paparnya.

Perwakilan Taiwan di Indonesia itu kemudian menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak dengan mudah mempercayai rumor dan informasi yang tidak benar. Kedepannya, informasi mengenai pembukaan kembali penempatan PMI ke Taiwan harus berdasarkan pengumuman dari TETO.

"TETO sangat berterima kasih atas tindakan cepat BP2MI dalam penyelidikan kasus ini dan memberikan informasi terkait. Kedepannya, TETO akan terus bekerjasama dengan BP2MI dan kepolisian dalam menyelidiki kasus ini. TETO juga mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang ingin bekerja ke Taiwan dapat terlebih dahulu memastikan informasi terkait kepada BP2MI dan TETO, demi melindungi hak individu," tukasnya.


Sumber :Sindonews.com

No comments

Powered by Blogger.