Sri Mulyani Buka-bukaan Investor Mumet Urus Bisnis di Indonesia



Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal pandangan investor tentang Indonesia. Katanya jika investor tanam modal di Tanah Air kebijakannya bikin pusing.

Hal itu diungkapkan setelah dirinya meluncurkan Batam Logistic Ecosystem (BLE). Itu merupakan platform yang menjadi bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) untuk memfasilitasi importir dan eksportir dengan berbagai fitur logistik dari hulu hingga hilir, sehingga diharapkan dapat menekan biaya logistik.

"Pak Menko Marinves (Luhut Binsar Pandjaitan) terus ke mana-mana mempromosikan Indonesia, kalau di Indonesia tidak dibenahi ya (sama saja). Investor senang 'whoa the story of Indonesia it looks so good, it sounds so excellence, I want to come', tapi begitu datang ke Indonesia, it's so mumet atau pusing. Nggak kelihatan bagus dan tidak terdengar bagus waktu mereka datang karena begitu rumetnya," kata Sri Mulyani saat launching BLE yang dilihat virtual.

Sri Mulyani menyebut saat ini biaya logistik di Indonesia masih terlalu tinggi, bahkan lebih mahal 10% dibandingkan negara tetangga. Hal itu membuatnya terkadang harus mengeluarkan lebih banyak dana agar bisa mendatangkan investasi.

"Sehingga aku harus menggunakan lebih banyak dana untuk sebuah investasi yang tadinya bisa diperkirakan akan kompetitif karena size ekonomi Indonesia besar, growing middle class, dan juga kita dekat dengan hub Internasional," bebernya.

Padahal untuk mendatangkan investor tidak cukup hanya dengan gencar melakukan promosi. Tetapi, dari sisi regulasi dalam negeri juga perlu diperbaiki.

"Jadi buat kita tidak hanya melakukan apa yang disebut promosi investasi, namun kita juga harus bekerja, pekerjaan rumah kita adalah membereskan rumah kita sehingga pada saat investor datang, dia melihat Indonesia is really open for business, tidak hanya lip service," tambahnya.

Untuk itu, ke depannya pemerintah akan semakin memperbaiki daya kompetisi di bidang logistik seperti memperluas BLE agar bisa mendatangkan investasi lebih banyak. Sebab, kata Sri Mulyani, dengan investasi lapangan pekerjaan akan datang.

"Performance logistic index kita stagnan of doing business. Ini berarti kita perlu melakukan berbagai langkah dalam rangka untuk memperbaiki apa yang kita sebut sebagai daya kompetisi di bidang logistik," imbuhnya.

BLE dapat mempercepat proses logistik sehingga akan mengurangi waktu yang dibutuhkan oleh pengguna jasa dalam layanan Ship to Ship/Floating Storage Unit. Layanan yang sudah bisa dimanfaatkan adalah pemesanan kapal, pemesanan trucking, sampai dengan proses pembayarannya.

"Kapalnya masih di pelabuhan asal, kita sudah tahu datanya kapan akan mendarat, merapat, unloading dan dia butuh pengangkutan truknya kapan, itu semua ada dalam platform sehingga perusahaan nggak perlu ngetem di depan pelabuhan, sopirnya harus dikasih biaya untuk lembur, nungguin kapal yang belum tahu kapan unloading-nya," ucap Sri Mulyani.

Tak hanya untuk penataan logistik, adanya BLE juga diharapkan dapat menghindari adanya penyelundupan di Selat Malaka, Pesisir Timur, dan Batam. Selain itu diharapkan tidak ada lagi oknum yang mengharapkan imbalan dari adanya proses logistik ini.

"Kalau Indonesia mikirnya kapal datang, diperiksa-periksa Bea Cukai turun meriksa, BP Batam turun meriksa, abis meriksa turun dilamain karena sebetulnya dia minta sesuatu bukannya meriksa, itu kan nggak lucu. Bahkan sebelum meriksa sudah ditempel-tempel oleh berbagai instansi," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan adanya BLE dapat meningkatkan level kompetitif Batam. Pasalnya, selama ini kinerja ekonomi di daerah tersebut masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, dengan adanya BLE diyakini ekonomi daerah akan tumbuh karena banyak investasi masuk.

"PR-nya bagaimana membangun Batam untuk bisa jadi sebuah destinasi investasi yang baik karena sejak 2015 pertumbuhan ekonomi Batam di bawah pertumbuhan ekonomi nasional dan tidak mungkin tumbuh kalau nggak ada investasi," tandasnya.


Sumber :Detik Finance

No comments

Powered by Blogger.