Takdir Misterius Air Zamzam dan Yahyah Hamzah Koshak

Dr Yahya Hamzah Koshak memiliki hubungan misterius dengan Air Zamzam. (Foto: Yahya


Sebelum Perancang Jaringan Air Zamzam Yahyah Hamzah Koshak meninggal dunia, dia sempat mengungkapkan adanya takdir misterius dengan Air Zamzam. Takdir misterius itu dirasakan sejak usianya menginjak 10 tahun.

Yahya Hamzah Koshak merupakan salah satu insinyur kenamaan, yang memiliki segudang prestasi dalam menangangi jaringan Air Zamzam di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Tetapi untuk bisa menangangi masalah tersebut, Yahya Hamzah Koshak mengalami perjalanan hidup yang unik. Dia mengaku semakin desawa semakin dekat dengan Air Zamzam. Hingga akhirnya Yahya Hamzah Koshak meninggal dunia, pada Selasa (2/3/2021).

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Yahya Hamzah Koshak sempat mengabadikan perjalanan hidupnya dan takdir misterius yang dirasakannya pada sebuah buku.

"Keterlibatan pribadi saya dengan Sumur dan peristiwa yang disaksikannya kemudian, mungkin tampak agak aneh, tetapi pembaca yang terus membaca buku Zamzam The Holy Water, akan melihat sendiri hubungan misterius yang telah ada antara saya dan Sumur Zamzam sejak masa kanak-kanak saya," ujarnya.

Museum Air Zamzam. (Foto: MCH)

Rumah Yahya Hamzah Koshak terletak di depan Gerbang Al-Safa Masjidil Haram. Bagi Yahya Hamzah Koshak kecil, sangat mudah untuk melihat Sumur Zamzam melalui jendela.

"Perhatian saya-sering tertuju pada para peziarah dan warga yang saling berdesak-desakan untuk meminum Air, berwudhu dengannya, dan menuangkannya ke tubuh mereka sambil membuat doa yang tulus kepada Allah. Itu adalah pemandangan yang tidak pernah lelah saya tonton," ujarnya.

Lalu, ketika Yahya Hamzah Koshak berusia 10 tahun, Kementerian Wakaf, yang berada di bawah kendali Syekh Hamza Al-Merzouqi, mengontrak ayahnya untuk membangun kerai di atas Sumur Air Zamzam. Karena kesibukannya yang terus-menerus untuk mencari cara yang lebih higienis dalam menyediakan Air Zamzam untuk minum, sang Ayah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk juga menyarankan kepada Kementerian bahwa pompa digunakan untuk mengeluarkan Air Zamzam dari Sumur.

"Kementerian setuju, namun dengan syarat pembayaran untuk pompa tidak akan dilakukan sampai terbukti berhasil beroperasi. Ayah saya menerima kondisi tersebut, dan membeli pompa submersible. Tetapi bahkan ketika dia mulai memasang salah satunya, dia dihadapkan pada keberatan dari Zamazama (pemasok Zamzam) dan lainnya," demikian pernyataannya, dikutip dari Biografinya di laman Yahya Hamzah Koshak, Kamis (11/3/2021).

Beberapa orang percaya bahwa Zamzam tidak boleh ditarik kecuali dengan ember. Sementara pandangan yang lain menyatakan, bahwa suara pompa akan mengganggu jamaah dan orang-orang yang mengelilingi Kakbah.

Ayah Yahya Hamzah Koshak bekerja sangat keras. Ketika akhirnya dia memasang pompa, terbukti sukses sehingga dia diminta untuk memasang pompa lain.

Rasa Air Zamzam menjadi lebih baik dengan pompa. Ember hanya bisa mencapai ketinggian air, sementara pompa turun sedalam lima atau enam meter.

"Antusiasme saya bertambah ketika saya melihat ayah saya mengawasi pemasangan pompa.

Perasaan baru berkecambah dalam diri saya, keyakinan bahwa Zamzam harus menjangkau peminumnya dalam kondisi bersih dan higienis," ucapnya.

Bertahun-tahun kemudian, Yahya Hamzah Koshak pergi ke Kairo untuk belajar teknik dan kemudian ke Amerika Serikat untuk mempersiapkan gelar Master. "Zamzam, bagaimanapun, selalu ada di pikiran saya," imbuhnya.

Tesis Master Yahya Hamzah Koshak berurusan dengan pembangunan jaringan air ganda di Makkah dan bagian lain Kerajaan Arab Saudi. Di dalamnya dia juga menyinggung sejumlah masalah Air Zamzam serta sistem pembuangan limbah dan drainase di daerah tersebut yang dirasakan tidak efisien.

Setelah penelitian ekstensif tentang sterilisasi Zamzam agar sesuai untuk diminum, Yahya Hamzah Koshak menyimpulkan bahwa metode terbaik adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV). Yahya Hamzah Koshak menyebutkan ini dalam tesis saya pada tahun 1970.

Sekembalinya Yahya Hamzah Koshak ke Arab Saudi, dia diangkat sebagai pejabat Departemen Kotamadya di Kementerian Dalam Negeri di mana topik mensterilkan Zamzam dengan sinar UV sedang dipertimbangkan. "Saya diminta untuk menentukan dari produsen cara memasang peralatan sterilisasi di Sumur, dan biaya yang diperlukan," ujarnya.

Kementerian dan konsultannya juga mempertimbangkan topik utama tesis Master saya, pembangunan sistem pasokan air ganda untuk Mekah dan bagian lain Arab Saudi. Kementerian meminta Watson Saudi Arabia (Konsultan Insinyur) untuk mengomentari tesis saya. Perusahaan mendukung argumen Yahya Hamzah Koshak. Kementerian kemudian menugaskan Yahya Hamzah Koshak ke perusahaan Watson.

Pada saat itu, Kementerian Keuangan dan Ekonomi Nasional telah meminta perusahaan konsultan Watson untuk melakukan studi tentang hal-hal berikut: memperluas Mataf dan jalur keliling; menggeser pintu masuk Sumur; memperbaiki dan memperindah Sumur; menentukan cara terbaik untuk mendistribusikan Air di dekat Sumur dan di dalam Masjid Suci; dan mengelola drainase air hujan dan selokan internal dan eksternal Masjidil Haram.

Singkat cerita, Yahya Hamzah Koshak juga mendiskusikan dengan Kementerian Keuangan dan Ekonomi Nasional tentang mensterilkan Zamzam dengan sinar UV, mendinginkan Air dan membangun jaringan distribusi, menghilangkan air drainase, dan memperluas Mataf. Proyek tersebut menerima persetujuan Kerajaan.


Ketika pengerjaan Mataf dimulai pada 1399H (1979), pintu masuk Sumur harus direlokasi untuk mengakomodasi perluasan. Kontraktor Binladin melakukan penggalian di sekitar Sumur sebagai bagian dari pekerjaan perluasan ketika air bawah tanah menyembur keluar di beberapa titik. Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci menyarankan kepada Raja Khaled Bin Abdul Aziz agar Sumur dilindungi dari kemungkinan rembesan.

Sebuah panel teknis yang terdiri dari para ahli dari Kementerian Pertanian dan Air, Departemen Air dan Limbah di Wilayah Barat, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum, dibentuk untuk pengerjaan proyek Steril UV. "Saya saat itu adalah Direktur Jenderal Departemen Air dan Limbah di Wilayah Barat. Panel teknis meminta saya untuk mempelajari sumber Sumur, bukaan feedernya, dan menentukan apakah ada air yang bocor ke dalamnya. Jadi takdir mengatakan bahwa hubungan misterius antara Sumur dan saya terus berlanjut," ujarnya.

Selama Yahya Hamzah Koshak bekerja di Sumur, perkembangan penting terjadi dan saya menemui banyak kendala yang dapat saya berikan solusinya.

Semua laporan dan video disiapkan dan disajikan kepada Raja Khaled pada 1401H (1981) dalam sebuah upacara penghormatan yang diselenggarakan oleh orang-orang Makkah. Pembersihan Sumur Air Zamzam berhasil dilakukan di tahun 1399H (1978-79) dan 1400H (1979-80).

"Saya senang untuk mencatat bahwa rekomendasi saya untuk Sumur dan Air Suci tidak sia-sia: penyaringan UV telah diadopsi dan hari ini Air didinginkan dan didistribusikan melalui pipa, pendingin air dan air mancur minum. Sungguh menggembirakan melihat keasyikan seumur hidup saya membuahkan hasil dalam bentuk pelayanan kepada Muslim," ujarnya.




Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.