Tesla Bangun Pabrik di India, Kementerian BUMN : Kami Tidak Kecolongan

Penjajakan yang dilakukan dengan Tesla adalah untuk investasi di bidang baterai kendaraan listrik atau sistem penyimpanan energi (electric storage system/ESS). 

Mobil Tesla Model 3 buatan China saat proses pengiriman di pabriknya di Shanghai, China (7/1/2020). - ANTARA/REUTERS

Kementerian Badan Usaha Milik Negara tidak terlalu mempermasalahkan rencana produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla yang akan membangun pabrik di India. 

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa rencana investasi perusahaan milik Elon Musk di Negeri Bollywood itu adalah untuk membangun pabrik mobil listrik. Di sisi lain, pendekatan Pemerintah Indonesia dengan Tesla bukan untuk rencana investasi pabrik mobil. 

Menurutnya Arya, dari sisi Kementerian BUMN, penjajakan yang dilakukan dengan Tesla adalah untuk investasi di bidang baterai kendaraan listrik atau sistem penyimpanan energi (electric storage system/ESS). 


"Jadi, ketika kemarin dikatakan Tesla itu ke India ya, kita enggak merasa kecolongan karena kita bukan ingin membangun pabrik mobil listrik gitu," ujarnya dalam acara Prospek Pembentukan Holding Baterai, Kamis (4/3/2021). 

Ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan EV Battery Agus Tjahjana mengatakan bahwa penjajakan antara Indonesia dan Tesla sedang dilakukan dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. 

Pihaknya telah menyatakan kesiapan untuk memberi keperluan yang dibutuhkan Tesla untuk rencana pembangunan pabrik di Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Holding Battery (IHB) yakni PT Antam Tbk., PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero) telah menyatakan kesiapannya. 

"Kami siap, kami sediakan lahannya kalau diperlukan oleh PT Antam, kalau tidak ya, tidak apa-apa. Jadi, kalau misalkan, mau ke Pertamina siap, PLN juga siap, kita pada posisi lebih banyak menunggu tetapi yang dua ini sudah masuk ke yang lebih serius," ungkapnya. 

Seperti dikutip dari berbagai sumber, Pemerintah India memang tengah mencoba melobi Tesla untuk mendirikan pabrik mobil listrik di negara tersebut. Lobi ini pun diikuti dengan insentif yang diklaim membuat biaya produksi perusahaan akan lebih murah dibandingkan dengan di China. 

Menteri Transportasi Jalan dan Jalan Raya India Nitin Gadkari mengatakan bahwa upaya tersebut bertujuan agar Tesla mau memproduksi kendaraannya di India sebab menurut laporan yang diterima Pemerintah India, Tesla hanya berencana mengimpor kendaraan ke negara tersebut. 

“Pemerintah akan memastikan biaya produksi Tesla paling rendah jika dibandingkan dengan dunia, bahkan China, ketika mereka mulai memproduksi mobil di India. Kami akan memastikannya,” ujar Gadkari seperti dikutip dari Hindustan Times, Rabu (3/3/2021). 

Sesuai laporan sebelumnya, Tesla berencana untuk membawa sedan Model 3 paling terjangkau di pasar India pada pertengahan 2021. Laporan itu juga menunjukkan bahwa Tesla berencana untuk mengimpor kendaraan dan menjualnya melalui strategi penjualan langsung. 

“Daripada merakit [mobil] di India, mereka harus membuat seluruh produk di dalam negeri dengan menyewa vendor lokal. Kemudian kami bisa memberikan konsesi yang lebih tinggi,” kata Gadkari.

Sumber : bisnis.com

No comments

Powered by Blogger.