Tips Perawatan Ketiak agar Mulus dan Tidak Bau

Ilustrasi. Terdapat sejumlah cara merawat kulit ketiak agar tetap mulus dan tidak bau. (iStockphoto/Viacheslav Peretiatko)

 

Kulit ketiak merupakan bagian kulit tubuh yang jarang mendapat perhatian. Umumnya kulit wajah yang mendapat perhatian khusus bahkan banyak produk perawatan kulit khusus ditujukan untuk merawat wajah.

Sementara, perawatan ketiak umumnya bertujuan untuk mencegah bau badan.

"Ketiak berbau ketika bakteri yang dikenal sebagai corynebacterium yang ada di kulit lalu berinteraksi dengan keringat dan minyak sehingga menciptakan bau yang kita kenal sebagai bau badan," jelas Alicia Zalka, ahli dermatologi yang juga pendiri Surface Deep, seperti dikutip Vogue.

Inilah pentingnya perawatan kulit ketiak mulai dari pembersihan hingga eksfoliasi untuk mengendalikan bau. Selain itu, perawatan ketiak pun akan membuat kulit ketiak mulus dan cerah. Apa saja langkahnya?

1. Bersihkan setiap hari

Ketiak cenderung lembap karena area lipatan dan kurang aliran udara. Tak jarang area ini pun jadi tempat tinggal buat bakteri, jamur juga organisme tertentu. Menurut Zalka, sebaiknya pembersihan dilakukan untuk mengurangi kelembapan dan menjaga keseimbangan alami mikrobioma.

"Namun ini harus dilakukan dengan hati-hati," imbuhnya.

Dia pun merekomendasikan untuk mencuci ketiak Anda sehari sekali dan menggunakan pembersih tubuh atau ketiak dengan pH seimbang.

2. Eksfoliasi

Seperti kulit wajah, ketiak juga bisa dipengaruhi sensitivitas dan iritasi kulit. Eksfoliasi pun penting dilakukan sebab terlalu banyak minyak, pori-pori tersumbat dan penumpukan sel kulit mati akan mengakibatkan tampilan kulit jadi kusam dan warnanya berubah.

Eksfoliasi bisa dilakukan dengan dua cara yakni eksfoliasi fisik dengan masker atau scrub dan eksfoliasi kimiawi dengan penggunaan toner (AHA, BHA dan PHA). Cara kerja keduanya berbeda.

Eksfoliasi fisik akan mengangkat sel kulit mati secara manual, sedangkan eksfoliasi kimiawi akan mencairkan penumpukan kotoran.

Zalka menyarankan eksfoliasi kimiawi dengan toner glikolat (tidak lebih dari 5 persen). Ini akan memperbaiki warna kulit dan tekstur secara keseluruhan.

3. Cukur dengan lembut

Tidak salah jika Anda memilih untuk mencukur bulu ketiak. Namun Zalka berkata pastikan proses mencukur berlangsung dengan lembut sehingga tidak meninggalkan luka, iritasi sehingga membuat kondisi ketiak makin kacau.

Sebaiknya cukur dengan pisau cukur tajam, kulit diberi shave gel atau busa sabun yang tebal dan lembut. Untuk menghindari bulu yang tumbuh ke dalam, dia pun menyarankan untuk melakukan persiapan sejak semalam sebelum cukur.

"Tidur dengan lapisan tipis pelembap pada area yang akan dicukur. Ini pun akan menciptakan pengalaman bercukur tanpa gesekan di hari berikutnya," katanya.

4. Beri pelembap

Kulit termasuk kulit ketiak memerlukan pelembap agar terhidrasi. Aplikasi pelembap pada ketiak tidak perlu sesering kulit wajah, tangan atau kaki.

Sebaiknya pilih lotion dengan pH seimbang untuk digunakan satu sampai dua kali seminggu atau sesuai kebutuhan. Jika ditemukan iritasi, sebaiknya hentikan aktivitas bercukur dan penggunaan deodoran.

5. Pilih deodoran yang 'ramah' kulit

Ketiak gelap jelas bukan pemandangan yang menyenangkan apalagi saat mengenakan baju 'sleeveless'. Deodoran alami kian populer sebab deodoran dengan kandungan zat kimia berlebih akan membuat kulit ketiak makin gelap. Deodoran alami biasanya tidak mengerem produksi keringat tetapi tetap mencegah bau.

Dilansir Byrdie, jika Anda melihat ada perubahan kulit ketiak jadi gelap saat menjajal deodoran baru, pertimbangkan untuk beralih ke antiperspiran hipoalergenik misalnya vanicream atau deodoran alami tanpa natrium bikarbonat.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.