Tips Terhindar dari Jebakan 'Batman' Pinjaman Online Versi Kominfo

Ilustrasi Fintech (foto: Istimewa)


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat untuk memilih produk keuangan yang legal. Sementara tahap berikutnya adalah kemampuan memilih produk yang sesuai kebutuhan keuangannya.

Jangan sampai sampai terjebak pinjaman digital yang menawarkan macam-macam agar orang mau meminjam duit. Saat minjam banyak yang tidak sadar nanti duit pinjaman tersebut bakal ditagih lagi.

Terlebih, jika berurusan dengan pemberi pinjaman ilegal yang tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bahkan juga, perusahaan pemberi pinjaman ilegal biasanya memiliki bunga yang besar, serta mempromosikan jasanya dengan berbagai cara. Alih-alih kebutuhan, korban pun terbuai dan akhirnya nekat untuk meminjam.

Tentu hal ini harus dihindarkan. Sebab, bukan menyelesaikan masalah, malah menambahnya. Berikut beberapa tips dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), agar tidak terjebak oleh pinjaman online, dikutip Selasa (23/3/2021).

Hindari iklan mencolok

Banyak dari korban pinjaman online ilegal mengikuti pinjaman dari sebuah pesan yang diterimanya ke ponsel. Jika mendapatkan pesan serupa, segera laporkan nomor tersebut kepada pihak yang berwenang.

Cek situs resmi OJK

Jika memang harus meminjam, gunakan financial technology (fintech) peer 2 peer lending resmi, yang terdaftar di OJK. Jangan hanya karena di aplikasi ada logo OJK langsung percaya begitu saja. Pastikan dulu di situs ojk.go.id.

Pastikan legalitas dan rekam jejak digital

Cek legalitas dan rekam jejak digital perusahaan peminjam online tersebut untuk memastikan alamat kantor atau pengurus yang jelas beserta ulasannya.

Hindari pinjaman dengan fee besar

Jangan mudah percaya iklan aneh-aneh yang mengatasnamakan OJK atau fintech tertentu. Pastikan tawaran fee yang diberikan tidak besar dan normal.

Teliti syarat dan ketentuan yang berlaku

Beberapa pinjaman online melakukan pemerasan dengan secara tidak langsung. Wajib teliti dulu syarat dan ketentuannya agar tidak terjebak, dan jangan terburu nafsu.

Unduh aplikasi di penyedia layanan aplikasi resmi

Pastikan aplikasi yang digunakan diunduh melalui platform resmi, seperti Play Store atau App Store. Atau bisa juga melalui laman resmi penyedia fintech.

Waspada penyalahgunaan data pribadi

Hindari persyaratan pinjaman online yang meminta izin untuk mengakses kontak di smartphone, foto kartu ATM, sampai foto selfie sambil memegang kartu identitas.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.