Wisata Candi Pawon, Bekas Tempat Pembakaran Mayat Raja

https: img.okezone.com content 2021 03 16 408 2378802 wisata-candi-pawon-bekas-tempat-pembakaran-mayat-raja-51s8m27hru.jpg

WISATA Candi Pawon menjadi peninggalan sejarah berharga yang keberadaan di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Lokasinya berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pembangunan candi ini kira-kira dilakukan pada pertengahan abad ke-8 Masehi. Namun pada akhir abad ke-19 Masehi, candi dalam keadaan rusak tertimbun semak-semak belukar, kemudian mulai diperbaiki pada 1903.

Asal-usul penamaan Wisata Candi Pawon memang tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, seorang ahli epigrafi, J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Kuno yang mengartikan perabuan atau tempat abu, karena dimanfaatkan sebagai penyimpanan abu jenazah Raja Indra, ayah dari Raja Samaratungga pada masa dinasti Syailendra. 


Sehingga para ahli berpendapat keberadaan lubang angin pada Candi Pawon menandakan adanya aktivitas pembakaran mayat raja yang dilakukan di dalam candi, sehingga melatarbelakangi penamaan Candi Pawon.

Bagian dalam Wisata Candi Pawon terdapat sebuah bekas yang menunjukkan dahulu terdapat sesuatu yang ditaruh di dalam ruangan. Diperkirakan semula ditempatkan Arca Bodhhisatwa, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai tataran Bodhisattva.

pawon

Menurut Prasasti Karang Tengah, disebutkan bahwa arca tersebut mengeluarkan wajra atau sinar, menimbulkan dugaan bahwa arca Bodhisattwa tersebut dibuat dari perunggu. Keberadaannya yang hilang dimungkinkan karena telah dicuri atau dihancurkan oleh kerajaan-kerajaan yang menaklukan Wangsa Syailendra.

Candi Pawon, Candi Borobudur, dan Candi Mendut terletak dalam satu garis lurus di peta sehingga sampai saat ini ketiga candi memiliki hubungan tertentu selain motif candi yang agak mirip.

Karena dibangun saat masa klasik, maka prinsip arsitektur Wisata Candi Pawon merupakan gabungan model bangunan Hindu Jawa Kuno dan India. Batur Candi Pawon kebanyakan terpahat motif sulur-suluran, manusia, dan bunga.

Pahatan ini dimulai dari bagian luar pipi tangga untuk menuju selasar candi. Sepasang hiasan kepala pada puncak tangga memiliki ‘lidah’ yang terjulur berupa pegangan pipi tangga yang terbuat dari bata menuju anak tangga paling bawah. Pipi tangga bagian bawah ini juga berhias pahatan sosok makhluk makara pada sisi kanan saja.

Candi yang berlokasi di Dusun Brojonalan, Kelurahan Wanurejo, Kecamatan Borobudur ini menghadap ke arah barat, dengan panjang tiap sisinya 10 meter, dengan tinggi mencapai 13,3 meter ini terbuat dari batu andesit. Bentuk candi ramping di sini disertai satu bilik dengan ukuran 2,65 meter x 2,64 meter dan tinggi 5,20 meter.

Ketika akan memasuki bilik tersebut, wisatawan dapat melihat sebuah ornamen Kalamakara yaitu bentuk kepala raksasa tradisional Indonesia tanpa rahang bawah tepat di atas pintu candi yang dipercaya mampu mengusir roh jahat. Tepat di kiri bawah kalamakara yang menggabungkan unsur hewan dan manusia juga terdapat ukiran 1904 penanda tahun usainya pemugaran candi.

Selain itu, rupanya Candi Pawon juga sering disebut sebagai Candi Brajanalan yang diambil dari kata 'vajra' berartikan halilintar dan ‘anala’ artinya api. Nama Brajanalan diambil dari Bahasa Sansekerta juga nama dusun tempat Candi Pawon berada.

Candi Pawon cenderung sepi dan tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan. Secara bangunan, Candi Pawon dipenuhi relief-relief hanya bersifat dekoratif murni dengan menceritakan kehidupan masyarakat di masa lampau.

"Tidak terlalu ramai di sini, suasananya sejuk sambil menikmati keeksotisan candi, bisa dijadikan tempat persinggahan sebelum lanjut ke Candi Mendut atau Candi Borobudur," dikutip Okezone dari kanal YouTube Momang Channel.

Perlu diketahui, ada mitos yang beredar bahwa seseorang yang mampu sampai di Wisata Candi Pawon melewati Sungai Progo dan Sungai Elo akan memperoleh kesaktian yang luar biasa.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.