Wisatawan Asing Bisa Masuk Thailand Tanpa Karantina Mulai Juli 2021



Khao San Road, Thailand (Shutterstock)

THAILAND telah mengeluarkan program inokulasi nasional dan sedang memeriksa paspor vaksin virus corona, sehingga negara itu dapat segera menyambut kembali wisatawan mancanegara tanpa harus menjalani karantina 14 hari.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha pekan ini memerintahkan para pejabat mempelajari sertifikat vaksin untuk perjalanan internasional, setelah memberi isyarat bahwa negara yang bergantung pada pariwisata itu akan terbuka untuk membatalkan karantina dua minggu bagi pengunjung yang diinokulasi.

Industri pariwisata lokal menginginkan karantina wajib dicabut sejak 1 Juli 2021, sehingga negara dapat terbuka bagi jutaan pelancong yang berpotensi divaksinasi.

Thailand berhasil menahan penyebaran COVID-19 pada awal 2021. Kasus secara keseluruhan negara tersebut relatif rendah, yakni sekitar 26.000, dengan 84 kematian.

Pembukaan kembali yang sukses oleh Thailand dapat memacu negara-negara lain yang bergantung pada pariwisata untuk mengikutinya, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada minggu ini memperingatkan tentang risiko negara-negara yang melonggarkan pembatasan terlalu cepat.

“Pembukaan kembali secara bertahap, dengan langkah-langkah kehati-hatian yang diambil, niscaya akan menyelamatkan bisnis, pekerjaan dan meningkatkan ekonomi,” kata John Blanco, manajer umum di hotel mewah Capella Bangkok, sebagaimana dilansir dari Hindustan Times, Jumat (5/3/2021).

“Mengingat momentum global vaksinasi yang semakin meningkat, masuk akal untuk mulai merencanakan langkah-langkah yang diperlukan,” lanjutnya.

Bank sentral Thailand mengatakan, pariwisata yang menyumbang sekitar seperlima dari produk domestik bruto (PDB) negara sebelum pandemi, adalah kunci untuk mengembalikan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu ke pertumbuhan.

Penyusutan PDB Thailand pada 2020 adalah yang terbesar abad ini, sebanyak 6,1 persen.

Sementara negara itu telah melakukan beberapa upaya untuk membuka kembali perbatasannya untuk turis asing, aturan karantina yang ketat telah membuat sebagian besar dari wisatawan asing enggan berkunjung.

William Heinecke, ketua Minor International Pcl, yang mengoperasikan 500 hotel di seluruh dunia, memimpin kampanye untuk mengajukan petisi kepada pemerintah agar membuka kembali perbatasan mulai kuartal ketiga setelah pandemi memaksa ratusan hotel dan bisnis pariwisata tutup.

“Situasi saat ini tidak berkelanjutan. Pembukaan kembali tanggal 1 Juli akan menjadi peluang strategis bagi Thailand untuk menunjukkan peran kepemimpinan di antara negara-negara Asia dan mempersiapkan jalan untuk pemulihan ekonomi Thailand yang kokoh pada tahun 2022,” kata petisi online, yang mendapatkan hampir 6.000 penandatangan dalam dua hari.

Prayuth telah memperingatkan agar tidak terburu-buru mengeluarkan paspor vaksin dan menginginkan lebih banyak koordinasi dengan negara lain.

Uni Eropa masih beberapa bulan lagi mengeluarkan sertifikat kekebalan COVID-19, dan Inggris diperkirakan akan menyelesaikan peninjauan sertifikasi status COVID pada 21 Juni.

Thailand, yang memulai peluncuran vaksinnya minggu ini, menargetkan untuk menginokulasi 50% populasinya pada akhir tahun ini. Ada juga rencana untuk mendistribusikan vaksin ke tempat-tempat wisata seperti Phuket dan Koh Samui sebagai persiapan untuk pembukaan kembali yang lebih luas.

Pemerintah mengurangi pembatasan pada bisnis dan perjalanan setelah mengendalikan gejolak virus baru-baru ini. Tetapi menurut Thira Woratanarat, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, setelah melewati penguncian nasional untuk mengatasi kebangkitan kembali, kasus Thailand mungkin tidak akan kembali ke nol dalam waktu dekat.

“Mencari tahu bagaimana membuka kembali untuk wisatawan sama pentingnya dengan perencanaan distribusi vaksin. Semakin cepat negara dapat dibuka kembali untuk turis, semakin cepat pemulihannya,” kata Somprawin Manprasert, kepala ekonom di Bank of Ayudhya Pcl.

“Gelombang kedua hanya menunda pemulihan, bukannya menggagalkannya. Meskipun kita masih dalam kegelapan, ada cahaya di ujung terowongan,” sambungnya.

Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.