Ada Larangan Mudik, Begini Jurus Matahari Department Store Tarik Pembeli

 

 PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengantisipasi dengan memulai program musiman lebih awal untuk hadapi situasi tidak menentu terutama dalam pembatasan mudik.

"Perseroan telah memulai program musiman lebih awal agar keamanan kedatangan para pengunjung terjaga dan sebagai antisipasi atas situasi yang tidak menentu, khususnya dengan pembatasan mudik,” demkian kutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (27/4/2021).Selain itu, PT Matahari Department Store Tbk menyatakan, kinerja bisnis setelah kuartal I 2021 masih terdampak oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat yang berlaku hingga 8 Februari 2021. Kemudian berlanjut dengan PPKM berskala mikro yang hingga kini masih diterapkan.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami penurunan kinerja sepanjang tiga bulan pertama 2021. Hal ini ditunjukkan dari pendapatan dan laba yang diterima perseroan.

PT Matahari Department Store Tbk mencatat pendapatan Rp1,16 triliun pada kuartal I 2021. Angka tersebut merosot 24,98 persen dari periode sama tahun sebelumnya, karena berhasil membukukan pendapatan Rp1,55 triliun.

Beban pokok pendapatan PT Matahari Department Store Tbk tercatat Rp472,82 miliar selama tiga bulan pertama 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp631,40 miliar.

Dengan demikian, laba kotor tercatat Rp689,42 miliar. Realisasi laba bruto ini menurun dari perolehan sama tahun lalu yakni Rp917,76 miliar.

Perseroan pun membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp95,35 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya yakni Rp93,95 miliar.

Perseroan menurunkan arus kas bersih dari aktivitas operasi dari Rp544,84 miliar pada kuartal I 2021 menjadi Rp594,93 miliar pada kuartal I 2020.

PT Matahari Department Store Tbk membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp95,35 miliar selama kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp93,95 miliar.Perseroan mencatat total liabilitas berada di Rp5,89 triliun pada 31 Maret 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp5,73 triliun.

Total ekuitas turun dari Rp427 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi Rp581,11 miliar pada 31 Maret 2020. Total aset tercatat Rp6,31 triliun pada 31 Maret 2021. Perseroan kantongi kas Rp294,55 miliar pada 31 Maret 2021.


Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Selasa, 27 April 2021, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 0,55 persen ke posisi Rp 1.820 per saham.

Saham LPPF melemah 20 poin ke posisi Rp 1.810 saat pembukaan perdagangan. Saham LPPF berada di kisaran Rp 1.780-Rp 1.995 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.375 kali dengan nilai transaksi Rp 88 miliar.

 Sumber :liputan6.com

No comments

Powered by Blogger.