Banyak TKI Pulang, Pangdam V/Brawijaya Wanti-wanti Varian Baru COVID-19



Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau yang kerap disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) banyak yang pulang kampung. Kebanyakan mereka kembali ke Indonesia karena kontraknya habis.

Melihat hal ini, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sudaryanto mewanti-wanti anggotanya untuk lebih jeli dalam melakukan pemeriksaan PMI yang pulang. Karena, PMI yang datang dari luar negeri rentan membawa virus COVID-19 dengan varian baru.

"Terkait datangnya PMI, Pekerja Migran Indonesia. Akhir-akhir ini cukup banyak bahkan di wilayah Provinsi Jatim. Bahkan semua satu bulan ini sekitar 500 sampai 700. Kemarin saja hampir 2.000. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Apa lagi para PMI ini disinyalir membawa virus varian baru. Membawa virus yang belum terdeteksi," kata Sudaryanto di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin.

Sudaryanto mengingatkan para personel baik dari TNI, Polri hingga Pemprov Jatim yang melakukan penjagaan, untuk lebih jeli melakukan pemeriksaan.

"Ini menjadi perhatian kita, bahwa kalian di samping melakukan penyekatan juga akan melakukan proses pemeriksaan pekerja migran Indonesia ini. Nanti para anggota akan ke lapangan, melalui kesempatan ini saya berharap anggota melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kejadian yang pernah saya sampaikan, terjadi di Indonesia," pesan Sudaryanto..

"Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, bertindak tugas tapi tetap humanis," imbuhnya.

Sebelumnya, Sudaryanto mengisahkan jika ditemukan varian baru COVID-19 di luar negeri. Hal ini menimbulkan peningkatan kasus yang luar biasa.

"Yang pertama situasi yang berkembang tentang COVID-19 di beberapa negara di luar Indonesia baik Amerika, Eropa, Asia Selatan dan yang ekstrem di India terjadi peningkatan COVID-19 yang luar biasa. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Utamanya abainya prokes. Kemudian adanya varian virus baru di luar virus yang ditemukan. Yang ketiga pelaksanaan vaksinasi yang belum seberapa banyak dan belum menimbulkan kekebalan kelompok," paparnya.

"Tiga hal itu lah diantaranya yang mengakibatkan kasus COVID-19 mendunia yang meningkat di awal hingg akhir April ini," tambah Sudaryanto.

Sudaryanto menyebut kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya Jatim, kenaikannya cukup dapat dikendalikan. Kendati demikian, Sudaryanto mengimbau seluruh pihak tetap menjaga protokol kesehatan.

"Di Indonesia alhamdulillah kasus baik. Jawa Timur sejak akhir Desember 2020 sampai sekarang di awal April 2021, sejak diberlakukan PPKM 1, PPKM 2, PPKM mikro sudah masuk PPKM mikro kelima kondisinya secara umum dapat dikendalikan. Terlihat dari angka positif harian, Jatim tak pernah menembus angka ke 350. Jadi sehari antara 200 sampai 350. Semoga ini bisa dipertahankan," harap Sudaryanto.


Sumber :Detiknews

No comments

Powered by Blogger.