Bukan Cuma Beli Baju Baru, THR Bisa Digunakan untuk Investasi dan Bisnis



Tunjangan Hari Raya (THR) selalu dinantikan pekerja setiap menjelang Lebaran. Para pekerja pun sudah mempersiapkan alokasi anggaran untuk belanja Lebaran, seperti baju baru, kue kering, hampers dan lain sebagainya.

Hanya saja, THR juga bisa sangat bermanfaat jika digunakan secara tepat. Itu sebabnya, sebaiknya sebelum THR cair, sisihkan waktu untuk merancang penggunaan THR.

THR pada dasarnya adalah bagian dari pendapatan tetap, hanya saja perolehannya setahun sekali. Penggunaannya pun secara ideal mengacu pada konsep pendapatan secara umum, yaitu untuk konsumsi, tabungan, dan investasi.

Jika jumlahnya tidak besar mungkin sulit untuk memenuhi kaidah tersebut. Namun bukan berarti lantas diabaikan. Paling tidak dengan mengalokasikan THR untuk beberapa pengeluaran dan dibuatkan detailnya, THR bisa dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya untuk investasi.

Dalam buku 50 Rahasia Mengelola Uang karya Elvyn G. Masassya, karena THR merupakan bagian dari pendapatan, maka langkah pertama adalah membaginya jadi tiga bagian, yaitu untuk konsumsi, saving atau tabungan, dan investasi. Tidak ada patokan tertentu untuk persentasenya, yang penting bisa teralokasi untuk ketiga hal tersebut.

Patut diingat, ketika memiliki utang, sebaiknya alokasi THR juga disisihkan untuk membayar utang tersebut. THR tidak diharuskan untuk melunasi seluruh utang, melainkan untuk mengurangi. Salah satu jenis utang yang paling relevan adalah utang kartu kredit.

Jika memungkinkan, bayar utang kartu kredit secara penuh dengan menggunakan THR. Hal tersebut bisa membuat pengguna lebih leluasa dalam menggunakannya untuk kegiatan belanja lebaran lainnya.

Bagi orang yang beruntung tidak memiliki utang sehingga THR bisa digunakan secara lebih fleksibel, maka dia bisa peruntukan THR untuk investasi. Dalam hal ini investasi tentu bukan semata-mata investasi finansial, melainkan bisa jadi investasi yang bersifat keagamaan, seperti memberi sedekah dan berbagai amal lain yang lazim dilakukan di bulan Ramadan.

Intinya, THR bukan pendapatan tiba-tiba yang digunakan untuk konsumsi semata, melainkan mesti dikelola sebagaimana pendapatan tetap. Bisa untuk konsumsi, menabung, membayar utang, bahkan investasi. Dengan cara semacam itu, THR akan memberikan manfaat yang lebih besar dibanding hanya untuk belanja lebaran.


Sumber :Okezone Tv



No comments

Powered by Blogger.