Catat! Ini 3 Kiat Sukses Bisnis Fesyen Anti Boncos Boncos Club


  
 Bisnis fesyen disebut tak ada matinya. Setiap tahun permintaan terhadap produk-produk fesyen senantiasa meningkat. Akan tetapi, di sisi lain, persaingannya pun tak mudah, sebab sudah banyak pemain yang terjun ke bisnis satu ini.

Apalagi di dunia yang serba digital saat ini, persaingan semakin ketat. Ada saja toko-toko online yang menjajakan produk fesyen bermunculan setiap harinya, baik di e-commerce maupun media sosial lainnya.

Digital Marketing Specialist Dewa Eka Prayoga membagikan kiat-kiat sukses memulai bisnis fesyen. Menurutnya, untuk mulai bisnis ini sebenarnya tidak membutuhkan modal yang besar, bahkan bisa dimulai tanpa modal sama sekali.


"Buat teman-teman pemula tentu kalau mau meminimalisir risiko, caranya awal-awal dengan menjadi reseller, nanti naik jadi agen, jadi distributor, brand-nya brand orang lain," ujar Dewa dalam acara Festival Ide Bisnis detikcom secara virtual, Rabu (28/4/2021).Bila merasa punya kemampuan negosiasi yang baik tapi tak punya modal, bisa dengan mendatangi vendor dan lobi agar vendor tersebut mau dibayar belakangan. Menurut Dewa modal bukan segalanya dalam memulai bisnis apapun termasuk fesyen.

Nah, sebelum pusing memikirkan modal, sambung Dewa, ada hal-hal mendasar yang perlu dipahami para pemula di bisnis fesyen ini.

Pertama, setiap pemula wajib menentukan segmentasi pasar yang ingin digarap. Tentukan target pasar dari usianya, gendernya, kebiasaannya, atau penghasilannya.

"Karena penentuan segmen pasar itu menjadi sangat penting berhubungan dengan produk apa itu itu segmen pasar tentang usianya berapa, gendernya, perempuan atau laki-laki, behaviour-nya seperti apa, yang senang berkumpul atau diam di rumah, dari segi penghasilan itu harus ditentukan," imbuhnya.Kedua, terkait kategori pasar. Misal untuk produk fesyen yang beragam ada yang menjual underwear saja, dress, muslim wear, dan lain sebagainya.

"Fesyen banyak, ada spesialis pashmina, spesialis dress, kerudung doang atau kerudung segiempat atau kerudung bagaimana, baju, gamis itu banyak banget tuh, cowok juga sama. Nah, Anda mau ambil market kategori yang mana, ini berhubungan dengan spesifikasi produk yang mau digarap," imbuhnya.

Ketiga, tentang unique selling proposition. Usai memilih kategori tertentu buat produk yang unik dari kategori tersebut atau yang terlengkap. Jadikan brand Anda menjadi acuan untuk kategori yang dipilih tersebut.

"Inget sekali lagi persaingannya sangat berdarah-darah," tuturnya.

Sumber :detik.com

No comments

Powered by Blogger.