Cegah Varian Baru Corona, Karantina TKI yang Mudik Diperketat



Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah bakal memperketat pengawasan para pendatang dari luar negeri, termasuk kepulangan Pekerja Migran Indonesia ke Tanah Air.

Langkah tersebut kata dia ditempuh menyusul fokus pemerintah mencegah masuknya varian baru virus corona ke Indonesia yang berasal dari pendatang dari luar negeri. Tak hanya berlaku bagi warga negara asing, melainkan juga Warga Negara Indonesia berprofesi pekerja migran yang telah habis kontrak kerja dan pulang ke tanah air jelang lebaran.

"Dia harus diwaspadai betul karena sekarang ini pemerintah Indonesia sedang fokus betul-betul mencegah masuknya varian baru," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa.

Indonesia, lanjut Muhadjir, tak ingin menuai lonjakan kasus Covid-19 seperti yang saat ini terjadi di India. Bahkan bukan hanya lonjakan kasus tapi juga kemungkinan kemunculan varian baru Covid-19 yang kini juga dialami beberapa negara tak terkecuali India

Varian baru tersebut kata Muhadjir disebut-sebut jauh lebih berbahaya dibanding mutasi sebelumnya, terutama varian dari Eropa dan India. Atas dasar itulah, pemerintah memperketat kedatangan orang dari luar negeri.

Termasuk, tegas Muhadjir, pengetatan bagi para pekerja migran yang akan masuk ke Indonesia. Mereka, lanjut dia, akan dikarantina lebih ketat daripada sebelumnya.

"Siapa yang masuk ke Indonesia akan kita perketat. Karena gejala inkubasinya juga beda dengan Covid-19 sebelumnya," ungkap Muhadjir.

"Sekarang ini, kalau dulu 5 hari sudah dinyatakan aman berarti kalau sudah tidak ada gejala sudah aman. Sekarang tidak. Sekarang bisa 10 hari muncul gejalanya. Karena sekarang variannya baru dan dari berbagai negara. Dan yang paling harus kita waspadai adalah dari India," tambah dia lagi.

Saat ini menurut Muhadjir, banyak pekerja migran Indonesia yang mulai pulang ke Tanah Air. Tercatat pada 25 April lalu saja, kata dia, sekitar 500 orang tiba melalui Bandara Juanda, Surabaya.

Para pekerja migran Indonesia itu tiba dari berbagai negara jelang Hari Raya Idulfitri. "Dan itu memang [pekerja migran Indonesia] tidak bisa ditolak karena mereka kontraknya sudah habis," jelas Muhadjir.

Adapun Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo sebelumnya mengusulkan agar pemerintah menerapkan prosedur masuk yang ketat bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bakal pulang bertepatan momen mudik Lebaran 2021.

Berkaca pada momen lebaran tahun lalu, pemerintah dinilai berhasil menerapkan prosedur yang ketat sehingga penyebaran Covid-19 dari luar Indonesia bisa ditekan.

"Ketika pemerintah kita itu tertib, artinya punya SOP pemulangan yang sesuai protokol kesehatan dan ketat, itu ternyata kalau pantauan kami tidak ada pembentukan kluster Covid-19 di kampung halaman," kata Wahyu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu.

Wahyu pun meminta pemerintah menyiapkan prosedur yang ketat di bandara dan pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama para pekerja migran. Beberapa di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, dan Pelabuhan Nunukan di Batam.


Sumber :CNN Indonesia

No comments

Powered by Blogger.