Cerita Mistis dan Legenda Sumur Tua di Rumdin Wali Kota Probolinggo

Sabtu, April 03, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Ada dua sumur tua di bagian belakang rumah dinas Wali Kota Probolinggo. Deretan legenda dan kisah mistis mengiringi keberadaan sumur tersebut.

Hingga kini, dua sumur itu masih digunakan sebagai sumber untuk menyiram halaman serta mengisi air kolam ikan di bagian belakang rumah dinas wali kota. Air yang dihasilkan sumur tua itu terbilang masih segar dan bersih.

“Segar sekali, seperti sumber air yang tidak pernah ditemukan sebelumnya,” kata salah satu tamu wali kota, Hisbullah Huda.

Lokasi sumur berada di pojok barat dan timur rumah dinas yang terletak di Jalan Raya Panglima Sudirman, Tisnonegaran, Kanigaran tersebut.

Di sisi timur, sekeliling sumur tua sudah diperbaiki dengan dibangunnya tembok berikut penutup. Tapi di bagian atasnya, digunakan untuk meletakkan barang-barang keperluan rumah tangga wali kota.

Informasi yang dihimpun, sumur tua di rumah dinas, yang merupakan bangunan peninggalan zaman kolonial itu berjumlah tujuh.

Posisinya berada di sepanjang jalan Panglima Sudirman sisi selatan. Dari rumah dinas wali kota, ke arah timur sampai di Markas Kodim 0820 Probolinggo. Jika ditarik garis lurus, letak sumur tua itu sejajar, dari barat ke timur.

Asisten Rumah Tangga Rumdin Wali Kota Probolinggo, Dadang Wijayanto menceritakan pengalaman bertugasnya selama ini. Warga Kebonsari Kulon ini bekerja di rumah dinas sejak lima tahun silam. Kala itu wali kota masih dijabat Hj. Rukmini Buchori.

“Awal-awal itu tidak berani jaga sendirian di sini. Kalau jaga malam selalu di depan sana. Banyak penampakannya Mas,” tutur Dadang.

Penampakan yang sering dilihat Dadang maupun kawan-kawannya digambarkan sebagai sesosok lelaki astral. Diperkirakan sosok ini keluar dari area sumur sebelah timur, lalu berjalan ke arah selatan. Si lelaki kerap masuk ke kamar ajudan yang berada persis di selatan sumur.

Sedangkan pada sumur sebelah barat, lain lagi. Di lokasi itu disebutnya ada noni Belanda serta wanita tua dengan kebaya ala Jawa. Keduanya kerap menampakkan diri ketika malam tertentu, seperti malam Jumat Manis atau Jumat Kliwon.

“Kalau yang laki-laki itu tidak tentu. Bukan malam Jumat pun tetap berkelebat. Tapi sejak wali kotanya Habib Hadi, penampakan semacam itu sudah jarang sekali terjadi,” jelasnya.

Terpisah, berdasarkan pandangan paranormal Ki Lora Welang, sumur tua itu sejatinya bukan berjumlah tujuh, namun ada Sembilan. Jumlah tersebut dikatakannya sesuai dengan filosofi kehidupan pada manusia.

Usia sembilan sumur tergolong sangat tua. Diperkirakan dibangun sekitar 200 tahun silam, jauh sebelum Kota/Kabupaten Probolinggo seramai saat ini. Jika diterjemahkan, pembangunan sembilan sumur kehidupan oleh nenek moyang (sesepuh Probolinggo) saat membangunnya kala itu, punya harapan tersendiri.

Dari penuturan didapatkan penjelasan, sumur-sumur itu dibangun agar wilayah Padukuhan Banger (cikal bakal Probolinggo) makmur dan sejahtera, bisa memberikan penghidupan layak terhadap warganya.

“Itu berdasarkan keterangan makhluk gaib yang ada di sekitar sumur tersebut. Yang saya tidak tahu, lokasi dua sumur sisanya. Kan yang tujuh disebutkan tersebar sampai di Makodim 0820,” kata Ki Lora Welang.

Soal penampakan yang kerap muncul, paranormal muda ini menyebut memang dilakukan oleh penunggu sumur. Sosok bayangan di sumur sebelah timur, diungkap Lora Welang sebagai lelaki berpakaian adat Jawa, dengan wajah biru. Sedangkan di sumur sebelah barat, diakui berwujud noni Belanda dan wanita Jawa.

“Tapi sebetulnya tidak ada penunggu sumur itu yang nakal,” tutupnya.

Sumber :Wartabromo.com




0 comments: