Cerita Pendakian (Mistis) Gunung Sumbing Via Bowongso


Gunung sumbing merupakan gunung berapi tertinggi ke tiga di pulau jawa setelah gunung semeru dan gunung slamet, dengan memiliki ketinggian 3371 MDPL ( meter di atas permukaan laut ). 

Gunung ini memiliki banyak jalur pendakian, kebetulan saya merencanakan pendakian ini melalui basecamp Bowongso yang terletak di Desa Bowongso, kecamatan Kalikajar, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. 

Di mulai pada tanggal 7 november 2019 saya mencari kawan dekat yang ingin juga mendaki gunung sumbing, tetapi hasilnya tidak ada yang mau karena faktor pekerjaan dan hal lainnya, lalu saya mencari di sosial media facebook dengan melihat beberapa postingan dan mendapatkan seseorang dengan nama muhammad sirod yang juga sedang mencari barengan ke gunung sumbing dengan jalur yang sama yaitu via bowongso. kemudian saya memberi komentar di postingannya dengan meminta nomor whatsapp agar gampang berkomunikasi. 

Setelah bertanya-tanya di whatsapp, ada persetujuan kami akan berangkat ke gunung sumbing pada tanggal 9 november 2019 dan dia mengajak adiknya yang bernama Ujang, jadi kami berangkat menjadi 3 orang

Selang beberapa hari tangal 9 pun tiba, saya beres-beres barang dan perlengkapan mendaki di pagi hari agar tidak ada yg ketinggalan, karena rencananya kami akan berangkat pukul 17:00 wib dengan menggunakan kendaraan umum Bus, teman saya berangkat dari terminal leuwi panjang dan saya menunggu di pul Bus Budiman Rancaekek.  

Adzan ashar berkumandang saya mandi dan solat dan bergegas berangkat ke pul Bus Budiman di rancaekek. Pukul 17:30 wib an Bus pun tiba dengan jurusan Bandung-Wonosobo dengan Biaya 90 ribu, Saya melangahkahkan kaki ke dalam bus dan bertemu kawan yang ada di sosmed kemudian bersalaman karena baru pertama bertemu dan bercakap-cakap di dalam Bus. Perjalanan Bus dari Bandung ke Wonosobo menempuh selama 8-9 jam perjalanan, kami sampai kurang lebih pukul 03:00 dini hari. 

Setelah sampai di Wonosobo tepatnya di terminal Mendolo kami mengecek lagi Logistik pendakian barangkali ada yang kurang karena di basecamp sudah tidak ada lagi Indomart/Alfamart. Setelah semuanya siap kami melanjutkan perjalanan dari terminal Mendolo ke Pasar kertek menggunakan angkutan umum dengan biaya 5 ribu perorang, setelah sampai saya di pasar kertek kami pindah lagi kendaaran umum karena beda jurusanm, kami naik angkutan umum jurusan bowongso dengan harga 20 ribu perorang karena kami menyewa angkot tersebut, bisanya hanya 5 ribu perorang dikarenakan jarang sekali angkot ini lewat jadi terpaksa kami menyewanya dengan tujuan tidak kesiangan saat sampai basecamp.

Pukul 07:00 pagi sampai di basecamp Bowongso, Kami sarapan agar tubuh tidak lemas di warung terdekat dan melakukan pembayaran Simaksi di basecamp dengan biaya 20 ribu perorang. 

Ada Keunikan di BC ( basecamp) Bowongso ini, kami di beri selembar kertas yang harus di isi List barang yang kami bawa saat mendaki, barang ini harus di bawa kembali sampah nya dan tidak boleh ada yang tertinggal satu pun, jika ada yang tertinggal maka kami kena sanksi dengan beberapa persetujuan, tetapi itu ada bagusnya juga supaya gunung tetap bersih dari sampah yang di bawa para pendaki. 

Setelah beres mengisi list barang saya kembalikan kepada pihak BC dan membayar biaya simaksi kami di kejutkan dengan di beri 2 bungkus kantong plastik yang isinya air santan dan kopi hitam, entah buat apa tetapi pihak BC hanya suruh membawanya saja dan tidak boleh bocor dengan di sengaja, mungkin itu sudah menjadi adat istiadat masyarakat sekitar atau mungkin bisa di minum saat kondisi darurat. 

Satu lagi keanehan di BC ini kita tidak boleh mengucapkan kata DINGIN saat berada di atas gunung, saya tidak tahu apa maksud dari itu semua, tetapi saya menghormati adat yang ada di sana, karena menghormati bukan berarti menyakini.

Setelah beres mengurus Simaksi, Kami memulai pendakian dengan melantunkan doa di dalam hati. Kami memulai pendakian dengan menggunakan transportasi Ojeg tarif 20 ribu ke pangkalan swadas sebelum Pos 1 sekitar 15 menitan karena untuk menghemat waktu dan tenaga ( kalau jalan kaki 1,5-2 jam an), juga setidaknya membantu menambah pendapatan masyarakat sekitar. 

INI PERJALANAN RINGKAS DARI BASE CAMP SAMPAI CAMP GAJAHAN. :

<> Dari BASECAMP ke PARKIRAN SWADAS  itu jaraknya 2 kilometer, perkiraan waktu tempuh 1 sampai 2 jam. Tapi karena kita naik ojek, perkiraan cuma 15 sampai 20menit

<> Dari PARKIRAN SWADAS ke GARDU PANDANG jaraknya 500 meter, perkiraan waktu tempuhnya 15 sampai 30 menit, pengalaman saya disini tanjakannya lumayan menguras stamina

<> Kalau dari GARDU PANDANG ke POS 1 TAMAN ASMARA, jaraknya 400 meter, tapi perkiraan waktu tempuhnya satu jam lebih perjalanan, tergantung kaki kita melangkah.

<> Dari POS 1 TAMAN ASMARA menuju CAMP PLALANGAN jaraknya dekat, cuma 600 meter. Waktu tempuhnya juga sekitar satu jam an. di sini masih teduh karena masih di dalam hutan.

<> Dari CAMP PLALANGAN ke POS 2 BOGEL, jaraknya dekat hanya 500 meter. Tetapi medannya yang begitu nanjak membuat mental down. Jadi Waktu tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam.

<> Dari POS 2 BOGEL ke CAMP GAJAHAN, camp terahkir, jaraknya juga cuma 700 meter. Tapi... dibutuhkan waktu 1,5 jam jam buat sampai. Treknya sabana rumput yang hijau dan indah. sudah tidak ada lagi pepohonan tinggi.

Sesampainya di camp gajahan tepatnya di sore hari kira-kira pukul 16;00 wib kami mendirikan tenda dengan suasana masih kabut tebal tidak terlihat apa-apa hanya bayangan tembok putih kabut. 

Kemudian memasak untuk makan malam karena perut yang sudah mulai kosong, Ba'da magrib tiba saat kita sedang memasak kabut pun perlahan mulai hilang dan matahari memancarkan sinarna di sebelah barat dengan lanscape sunset yang sangat indah kami segera keluar dari tenda sambil menikmati sunset sampai matahari tenggelam, kemudian melanjutkan memasak dan menikmati masakan itu. Setelah beres makan kami bergegas untuk istirahat karena besok akan melanjutkan perjalanan ke puncak Rajawali gunung sumbing. 

Saat sedang tidur saya terbangun sekitar jam 11 malam an dan keanehan pun terjadi, saya mendengar suara seperti orang yang sedang bermain musik dari jauh dan masih terdengar samar-samar, saya berfikir mungkin itu musik dari orang yang camp pos 2.

Saya berusaha agar pikiran tetap positif dan tidak terbawa sugesti, karena masih susah unntuk tidur akibat masih ada suara saya putuskan untuk pindah tenda dan ikut tidur setenda dengan teman saya yang dua orang itu. nah disitu suara terdengar semakin kencang di tambah ada yang bernyanyi seorang perempuan disitu saya semakin takut, tapi alhmdulillah saya bisa tidur.

Alarm Pukul 03:00 wib berbunyi saya dan kawan terbangun, kemudian membuat sarapan untuk mengisi perut agar summit ke puncak tetap fit. kami menyiapkan barang yg akan di bawa seperti tas kecil, makanan ringan dan air. 

Setelah semua siap kami keluar tenda dan kembali mengucapkan doa agar di beri keselamatan karena berdoa tidak akan pernah selesai. 

Kami melangkahkan kaki dari camp gajahan ke pos tiga, sesaat sampai pertengahan pos 3 tepatnya di area tanjakan PHP  saya memperhatikan ujang kawan saya, melamun terus seperti orang yang kebingungan, ternyata dia merasakan pusing kepala dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke puncak, lantas kakaknya sirod mengantar adiknya untuk urun ke camp gajahan dan saya melanjutan perjalanan seorang diri dengan diiringi angin yang cukup kencang. 

Setelah sampai di Pos 3 saya berumpa kembali dengan kawan saya sirod yang menyusul lagi ke atas. kami melanjutkan perjalanan dan sampai lah di bibir puncak gunung sumbing, perjalanan ke puncak rajawali masih harus di tempuh kurang lebih 40 menitan, jaraknya tidak terlalu jauh cuma jalur nya yang berupa tebing curam yang harus membuat kita berpengangan ke tali weebing yang sudah di sediakan pihak pengelola gunung sumbing. 

Sekitar pukul 07;00 wib kami tiba di puncak rajawali dengan mengucapkan rasa syukur karena suguhkan pemandangan yang sangat indah, gunung-gunung di sekitar jawa tengah terlihat dan melihat kaldera gunung sumbing yang sangat gagah. disitu kami istirahat sembari mengabadikan moment dengan berfoto foto. jam 09:00 kami turun dari puncak rajawali dengan cuaca yang sangat panas sekali dan angin lumayan kencang.

Saat tiba kembali di camp gajahan saya melihat tenda saya yang sudah roboh, ternyata terbawa angin untungnya ujang sedang ada di sana kaarena turun lagi tadi, dan mengambil tenda saya yang hampir terbang itu. kalau tidak ada ujang mungkin tenda saya sudah terbang dan jatuh ke jurang.

Lalu kami beres-beres dan melanjutkan perjalanan turun ke basecamp bowongso. Saat di basecamp ujang bercerita ternyata yang membuat dia pusing saat summit tadi, saat dia sedang tidur ada sosok makhluk yang tidur di samping nya dan membuat ujang kepikiran terus sehingga membuatya tidak fit fisiknya. Dsitu saya dan sirod terkejut dan mengiakan yang di bilang ujang tadi. kami mandi di basecamp terus makan dan balik ke terminal mendolo kemudian pulang menggunakan Bus ke Bandung.

Terima kasih, mohon maaf bila ada kata yang tidak sopan dan mohon koreksinya.


Sumber: Kompasiana.com

No comments

Powered by Blogger.