China Bakal Larang Guru Berhubungan Seks dengan Siswa






BEIJING - China mempertimbangkan untuk mengikuti negara-negara Barat, melarang guru kencan dengan siswanya. 

Kementerian Pendidikan China, Selasa (6/4/2021), merilis draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Sekolah bagi Remaja.

Jika disahkan menjadi undang-undang (UU), aturan tersebut akan mewajibkan sekolah dasar dan menengah untuk melarang guru berpacaran dan berhubungan seksual dengan siswa. Seperti diketahui, batas usia dewasa di China saat ini adalah 14 tahun.

“Masalahnya, dalam beberapa kasus, guru yang dituduh melakukan pelecehan seksual mengklaim itu sebagai ketidakadilan dengan alasan hubungan yang dijalani dengan siswa terjadi atas dasar suka sama suka,” ujar Xiong Bingqi, direktur 21st Century Education Research Institute, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (8/4/2021).

Perilaku lain yang akan dikategorikan pelanggaran yakni menyakiti fisik dan mental siswa, menganiaya dengan meraba-raba atau dengan sengaja menyentuh alat vital, menggoda, serta merayu yang menjurus ke arah seksual.

Guru juga dilarang menampilkan atau mengedarkan pesan, buku, majalah, film, video, atau gambar yang mengandung unsur pornografi kepada siswa.

Rancangan aturan itu juga berisi klausul khusus tentang pelecehan seksual dengan meminta sekolah untuk menetapkan pengelolaan asrama yang aman, memasang kamera pengawas, dan membuat mekanisme untuk mencegah, melaporkan, dan menangani pelecehan seksual.

Tak hanya larangan menjalin asmara atau pelecehan seksual, guru-guru juga akan dilarang mengungkapkan peringkat siswa dalam setiap tes atau ujian. Bahkan mereka juga dilarang memublikasikan lulusan yang masuk perguruan tinggi bergengsi dengan alasan pertimbangan kondisi mental semua siswa.

Guru yang melanggar aturan bisa dihukum disiplin dan dilarang mengikuti kompetisi penghargaan apa pun dalam jangka waktu 1 sampai 3 tahun. Hukuman lain diberhentikan sementara hingga 5 tahun.

Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.