DEA Perluas Bisnis Hiburan Blockchain ke Indonesia, Asia Tenggara



Gandeng dua perusahaan besar di Jepang, Digital Entertainment Asset Pte Ltd (DEA), perusahaan blockchain entertainment yang berkantor pusat di Singapura, mengembangkan konten hiburan blockchain dan memperluas bisnis blockchain game miliknya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Perusahaan pertama yang digandeng DEA adalah JA Mitsui, satu perusahaan pembiayaan modal dari Jepang yang menyediakan leasing, penjualan angsuran, pembiayaan, dan pinjaman untuk bisnis di berbagai industri baik di Jepang maupun di luar negeri.

Dengan kerjasama ini, JA Mitsui akan mendukung rencana DEA untuk mengembangkan proyek revitalisasi regional yang berfokus pada Non-Fungible Token (NFT), teknologi blockchain, dan bisnis hiburan, di Jepang dan di kawasan Asia Tenggara. 

Keduanya juga berencana untuk memulai bisnis hiburan yang membidik pengguna di dua kawasan tersebut dan pada gilirannya, mempromosikan penawaran DEA di bidang NFT, game, dan hiburan.

Selain itu, DEA juga bermitra dengan agensi konten kreatif Creek & River Co., Ltd., salah satu perusahaan tertua di bisnis 'creator agency’ di Jepang yang berfokus pada pengembangan video, konten game, konten situs web, periklanan, dan penerbitan. Creek & River juga merupakan agensi kreatif yang mengelola artis virtual reality terbaik seperti Aimi Sekiguchi, yang memiliki karya seni “Alternate Dimension” yang dijual dengan harga mengesankan sebesar 13 juta Yen atau senilai lebih dari 1,7 miliar rupiah, di layanan lelang NFT oleh OpenSea pada 25 Maret lalu.

DEA dan Creek & River akan bekerja sama untuk melibatkan seniman global dan kreator konten ke platform game PlayMining milik DEA, dengan tujuan utama pada pembuatan konten NFT dan blockchain.

Kedua perusahaan juga akan fokus pada peningkatan status ekonomi artis dan kreator konten lainnya, melalui perlindungan hak cipta atas karya mereka menggunakan smart contract dan teknologi blockchain. Mekanisme ini akan memastikan sistem yang adil dan komprehensif di mana artis yang berkontribusi pada PlayMining akan menerima insentif yang sesuai dengan pekerjaan mereka.

DEA juga akan mengembangkan game blockchain baru dan aset seni digital NFT yang dapat digunakan dalam game online DEA yang sudah ada dan yang baru akan dirilis.

“Kami senang dapat membentuk kerja sama dengan JA Mitsui Leasing dan Creek & River yang memanfaatkan kekuatan dan keahlian semua pihak.

Kemitraan dengan JA Mitsui Leasing sangat strategis dalam membantu kami memperluas NFT, teknologi blockchain, dan bisnis hiburan di Asia Tenggara, serta terus menawarkan konten yang menarik dan inovatif kepada basis pengguna kami," ucap Naohito Yoshida, Co-CEO DEA. berkata,

"Sejalan dengan Creek & River, perusahaan memiliki filosofi yang sama dalam mendukung seniman besar yang telah mapan, maupun seniman pendatang baru yang sedang berkembang, untuk menciptakan konten yang kreatif dan penuh insight. Kami bekerja sama untuk mendorong perkembangan bisnis secara cepat dan efektif, melalui pemanfaatan teknologi terbaru seperti NFT dan blockchain,” imbuhnya.

Kolaborasi dengan Artis, Selebriti, Perusahaan Lokal Indonesia

Menurut Yoshida, DEA memiliki rencana ambisius untuk terus memperluas operasi bisnisnya di Asia Tenggara dan memperoleh satu juta pengguna pada akhir April 2021. Saat ini, DEA memiliki lebih dari 800.000 pengguna terdaftar di platformnya dan berencana untuk mendapatkan lebih dari 100 juta pengguna dalam tiga hingga lima tahun ke depan. DEA juga akan terus mengembangkan dan meluncurkan game baru yang menarik dengan para partner aliansinya.

Indonesia menjadi salah satu pasar terpenting bagi bisnis DEA karena Indonesia memiliki pangsa pasar cukup besar untuk smartphone game yang nilainya mencapai 30 miliar yen atau setara 4,02 triliun rupiah, dan masih akan terus tumbuh. 

Selain itu, hampir 65% pengguna platform DEA berasal dari Indonesia. Ke depan, perusahaan berencana untuk berkolaborasi dengan artis dan selebriti Indonesia untuk membangun dan menyediakan NFT, serta mengembangkan game melalui kemitraan dengan perusahaan lokal agar memenuhi karakteristik yang digemari pasar di Indonesia.

Gabungkan Aspek Fintech & Hiburan Melalui Blockchain

Didirikan pada Agustus 2018 oleh Naohito Yoshida dan Shigeru Shiina, DEA mengembangkan dan mengoperasikan beberapa game browser, seperti “JobTribes” dan “Puzzle x JobTribes”. Pengguna dapat memainkan game tersebut dan menghasilkan uang berupa mata uang kripto DEAPcoin (DEP) terbitan perusahaan, yang kemudian dapat digunakan untuk membeli Non-Fungible Token (NFT) atau aset digital buatan tim Jepang dan artis internasional yang diperjualbelikan di marketplace mereka. Aset tersebut dapat dikoleksi untuk maju ke level berikutnya dalam game.

Perusahaan ini telah mengembangkan model bisnis yang unik dengan menggabungkan game blockchain dengan NFT Marketplace by DEP, Auction Traded by NFTs, serta aset mata uang kripto DEP yang diterbitkan perusahaan dan saat ini telah diperdagangkan di berbagai bursa mata uang kripto di seluruh dunia, seperti Bittrex dan Indodax.

Melalui platform game blockchain “Play and Earn” yang dikenal sebagai PlayMining, visi DEA adalah menjadi perusahaan finter-tech generasi berikutnya yang terdepan, dengan menggabungkan aspek hiburan dan fintech melalui blockchain.

Hingga kini, DEA telah berhasil meluncurkan dua game blockchain, yaitu permainan pertarungan kartu bertema pekerjaan yang bernama “JobTribes” dan permainan puzzle “Puzzle x JobTribes”, di mana gamer bisa mendapatkan DEAPcoin yang dapat digunakan untuk membeli NFT dan nantinya dapat digunakan untuk memperoleh item digital dalam game, maupun ditukarkan dengan mata uang fiat.

Perusahaan juga mengoperasikan "NFT Marketplace by DEP", layanan yang memungkinkan pengguna membeli dan menjual karya seni digital yang digambar oleh seniman populer dari Jepang dan seluruh dunia.


Sumber :Infokomputer - Grid.ID

No comments

Powered by Blogger.