Gaet Wisatawan Domestik, Kembangkan Destinasi Wisata Tematik


Dinas Pariwisata (Dispar) NTB melirik pengembangan destinasi wisata tematik. Rencana ini mencontoh apa yang dilakukan Kota Batu dengan Jatim Park maupun Museum Angkut di Malang, Jawa Timur.

”Ini untuk memperkuat target kita mengejar wisatawan domestik,” kata Kadispar NTB Yusron Hadi, Selasa.

Pariwisata di NTB lebih dikenal dari destinasi wisata alamnya. Untuk wisata tematik, sangat sedikit. Salah satunya Lombok Wildlife Park, di Lombok Utara.

Yusron mengatakan, pembangunan destinasi wisata tematik, tentu membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun ia optimis hal tersebut bisa direalisasikan di NTB.

Dispar bakal membangun komunikasi dengan sejumlah investor. Salah satunya dari Lombok Wildlife Park, yang sudah ada rencana membangun destinasi tematik di Gili Petagan, Lombok Timur (Lotim). ”Konsepnya sudah ada dari mereka. Tentu ini kita dukung, sebagai bagian dari diversifikasi destinasi,” ujarnya.

Menurutnya, destinasi tematik sangat dibutuhkan NTB. Untuk menggaet lebih banyak wisatawan lokal dan domestik. Apalagi banyak penerbangan dibatasi. Ditambah lagi dengan pembatasan kunjungan dari luar negeri, sehingga membuat wisatawan asing dipastikan tidak bisa masuk ke Indonesia.

Kata Yusron, Malang dan Kota Batu sudah membuktikannya. Meski di masa pandemi covid, pariwisata mereka masih bisa tetap berjalan. Wisata bisa tetap hidup dengan destinasi tematik yang dibangun.

”Ke depan harus dibangun spot-spot yang memiliki daya tarik. Yang bisa lebih banyak menarik wisatawan lokal maupun domestik,” sebut Yusron.

Saat ini, Yusron fokus untuk kembali menggairahkan dunia pariwisata di NTB. Selain dengan rencana destinasi tematik, Dispar akan mengambil momentum balap motor internasional, seperti World Superbike yang digelar November tahun ini. Juga perhelatan MotoGP di Maret 2022 nanti.

Penataan kawasan wisata dilakukan menyambut wisatawan yang datang. Yang hendak menonton World Superbike maupun MotoGP nanti. Dispar juga bakal memperkuatnya dengan memperkaya atraksi seni maupun budaya di beberapa destinasi. Sehingga wisatawan bisa lebih antusias mengunjungi destinasi.

”Jadi pas wisatawan datang ke destinasi, itu lebih menarik. Orang bisa berkeliling ke banyak tempat juga akhirnya,” jelas mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ini.

Sebagai kadispar yang baru, Yusron juga ingin memperkuat hubungan kerja, antara dispar provinsi dengan yang ada di kabupaten/kota. Sehingga upaya untuk kembali membangkitkan pariwisata NTB bisa lebih cepat.

”Termasuk dengan pelaku usaha dan kawan-kawan di asosiasi. Itu kita perkuat lagi hubungannya,” tandas Yusron.


Sumber :Lombok Post



No comments

Powered by Blogger.