Grab & Gojek Waspada, AirAsia Masuk Bisnis Ride Hailing



Beberapa waktu lagi jalanan di Malaysia akan makin penuh dengan kehadiran satu layanan ojol baru. Maskapai penerbangan Air Asia berencana membuat layanan ride-hailing di negeri jiran itu.

Rencana itu diungkap langsung oleh sang CEO, Tony Fernandes. Dia menuturkan sudah belajar dasar layanan ride-hailing tersebut dari Grab dan yakin model itu sudah biasa dilakukan di Malaysia.

"Saya punya delapan tahun belajar dari Grab. Saya tidak perlu menghabiskan semua uang dengan eksperimen, membangun teknologi, melatih driver, dan melatih pasar bagaimana cara memesan. Model ride-hailing telah dibangun. Semua orang di Malaysia tahu cara menggunakannya," ujarnya dalam wawancara dengan media lokal The Edge Weekly, dikutip Deal Street Asia.

Menurut Tony ada keuntungan mengkombinasikan penerbangan dengan layanan ride-hailing. Sebab setiap penumpang pesawat akan memesan taksi juga untuk ke bandara.

Dia menambahkan keputusan untuk memperluas ke industri ride-hailing adalah memdapatkan kecepatan dan juga konversi.

"Kenapa kami ingin ada di ride-hailing? Ini penting untuk mendapatkan kecepatan...ini semua soal konversi. Bisakah saya mengkonversi seseorang dari ride-hailing ke pembelian makanan?" ungkapnya.

Keputusan membuat layanan berbagi tumpangan itu merupakan bagian dari rencana besar perusahaan penerbangan membuat super app. Belum lama, Air Asia telah meluncurkan layanan pengantaran makanan di Malaysia dan Singapura.

Selain itu juga telah membuat uji coba pengiriman drone di Malaysia. Tak sampai di sana untuk memperluas bisnis di luar penerbangan, Air Asia berencana untuk mendaftarkan usaha logistiknya Teleport.

Tony ingin pengguna bisa membuka aplikasi setiap hari yang berisi kombinasi seluruh bisnisnya.

"Daya dorong utama pada transformasi digital adalah logistik. Itulah yang benar saya cari. Dan tidak aplikasi yang bisa melakukan apa yang kami lakukan karena kami memiliki 245 penerbangan," kata Tony.

Namun hingga sekarang peluncuran layanan ride-hailing Air Asia belum pasti. "Semua pengumuman layanan baru akan dibuat pada waktunya," kata juru bicara perusahaan.


Sumber :CNBC Indonesia

No comments

Powered by Blogger.