Harga Minyak Naik Tipis Ditopang Ekonomi AS dan Eropa

 

  Harga minyak mentah dunia naik tipis pada perdagangan akhir Jumat (23/4) lalu atau Sabtu (24/4) pagi waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan harga minyak ditopang data ekonomi AS dan Eropa yang menunjukkan pemulihan ekonomi.
Mengutip Antara, Senin (26/4), harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman Juni naik 71 sen menjadi US$66,11 per barel di London ICE Futures Exchange.

Lalu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 71 sen menjadi US$62,14 per barel di New York Mercantile Exchange.Namun, harga minyak mentah berjangka AS tercatat melemah 1,7 persen sepanjang pekan lalu. Sementara, minyak mentah Brent turun 1 persen.

"Konsolidasi harga mengikuti kenaikan harga selama empat bulan yang kuat, yang sebagian besar didasarkan pada kemajuan vaksin AS yang memaksa beberapa revisi naik dalam gagasan-gagasan permintaan global sepanjang tahun ini," terang Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Sementara, salah satu data yang mendorong penguatan harga minyak khusus akhir pekan lalu ialah indeks manajemen pembelian (PMI) zona Eropa periode April. Data tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.


Lalu, data ekonomi AS juga memberikan sentimen positif untuk harga minyak internasional. Jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam 13 bulan terakhir."PMI benar-benar keluar dari grafik, terutama setelah laporan pengangguran yang kuat di AS," ucap Mitra Again Capital LLC John Kilduff.

Selanjutnya, pengilang minyak AS Valero mengatakan permintaan bensin dan solar berada pada 93 persen dan 100 persen dari tingkat pra pandemi.

Bos teratas Schlumberger NV Olivier Le Peuch memproyeksi aktivitas minyak internasional meningkat hingga akhir 2021 dan seterusnya.

Sumber :cnn.indonesia

No comments

Powered by Blogger.