India Diamuk Badai COVID-19, Masih Ada Saja Lautan Manusia karena Kampanye





       Kondisi gelombang tsunami COVID-19 di India semakin parah dengan kasus harian mencapai lebih dari 30.000 kasus dan 2.000 sampai 3.000 kematian setiap hari. Fasilitas kesehatan kewalahan karena sudah kehabisan tempat tidur serta suplai oksigen medis untuk merawat pasien.



Di tengah kondisi tersebut, masih saja dilaporkan terjadi kerumunan manusia besar yang berpotensi mudah menyebarkan virus. Beberapa anggota partai politik di India tetap melakukan kampanye yang mengumpulkan lautan manusia demi memenangkan pemilu.

"Saya terlalu lelah untuk menjelaskan kenapa kampanye seperti ini adalah hal yang bodoh, berbahaya, dan merupakan tindakan kriminal. Tapi apa daya, mengharapkan nalar dan rasa tanggung jawab dari politikus kita itu sia-sia," komentar satu pengguna Twitter yang viral.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tarik Jasarevic, mendeskripsikan yang terjadi di India seperti 'badai sempurna'. Musibah muncul kombinasi dari longgarnya protokol kesehatan, berkumpulnya orang-orang, varian virus COVID-19 yang lebih mudah menular, dan masih rendahnya cakupan vakinasi.

WHO sendiri sudah berupaya membantu dengan mengirimkan suplai peralatan medis dan mengalihkan 2.600 ahli kesehatan dari program lainnya. Negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, hingga China turut menawarkan bantuan.

"Sama seperti yang terjadi di negara lain. WHO sudah mengingatkan kombinasi pelonggaran protokol kesehatan, kegiatan berkerumun, varian yang lebih mudah menular, dan cakupan vaksinasi yang masih rendah akan menimbulkan badai yang sempurna," kata Tarik seperti dikutip dari CNN, Rabu (28/4/2021).

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.