Jurusan Bahasa Indonesia Dihapus di Universitas La Trobe, Australia


 

    Universitas La Trobe di Melbourne, Australia, menghapus program Bahasa Indonesia. Penyebabnya tak lain karena peminatnya sangat rendah.

Dilaporkan ABC Australia, Kamis (1/4/2021), pihak kampus berkata peminat program Bahasa Indonesia konsisten merosot setiap tahunnya. 

"Perubahan yang sebelumnya telah dibicarakan berkaitan dengan studi Bahasa Indonesia di La Trobe University akan diproses sebagaimana diuraikan dalam dokumen konsultasi kepada staf pada November 2020," demikian penjelasan pihak Universitas La Trobe.

"Minat dan pendaftaran siswa dalam program Indonesia secara konsisten sudah sangat rendah dalam beberapa tahun terakhir."

Linda Sukamta yang merupakan Kepala Program Jurusan Bahasa Indonesia di La Trobe University mengatakan "tidak terkejut" dengan keputusan yang diambil universitas tersebut.

“Menurut universitas, keputusan ini terkait COVID, karena tidak ada bantuan pemerintah untuk universitas, sementara pemasukan dari mahasiswa internasional turun drastis,” kata Linda.

Linda juga mengatakan ia tidak sependapat jika kelas yang lebih kecil tidak menghasilkan lulusan yang berkualitas. 

"Sebetulnya yang saya inginkan adalah universitas berdialog langsung dengan mahasiswa," kata Linda yang sudah mengajar di La Trobe University sejak 2011.

"Tanya mereka bagaimana pembelajaran Bahasa Indonesia penting bagi mereka, bagaimana pandangan mereka tentang Indonesia dibentuk oleh kelas bahasa ... bagaimana perasaan mereka di kelas."

"Jangan hanya melihat jumlah tapi lihatlah kualitas," pungkas Linda.Ketika ditanya apakah keputusan La Trobe University ini sudah final dan tidak akan berubah lagi, ia mengatakan sempat mendengar rencana protes yang akan dilakukan para mahasiswa.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di KBRI Canberra Imran Hanafi mengatakan penutupan Program Bahasa Indonesia "tidak dikomunikasikan dan didiskusikan" terlebih dahulu dengan KBRI Canberra dan KJRI Melbourne.

Tapi mereka mengatakan akan mencoba kembali berkomunikasi dengan pihak La Trobe University dan Departemen Pendidikan Victoria.

"Kami akan menawarkan bantuan pengajar dari Indonesia jika masalahnya pada kekurangan tenaga pengajar," kata Imran.

Ia menjelaskan pengajar yang ditawarkan adalah yang memiliki "kemampuan diseminasi" Program Bahasa Indonesia kepada siswa Australia.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.