Kabur ke Berbagai Daerah, Polisi Buru 2 WN India Masuk Indonesia Tanpa Karantina

Kamis, April 29, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. (Foto: Okezone.com) 

TANGERANG - Jajaran Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, tengah memburu dua Warga Negara Asing (WNA) asal India yang berhasil meloloskan diri dari wajib karantina.

Berdasarkan data Imigrasi Bandara Soetta, dua WNA asal India itu diketahui bernama Surana Madhu dan Vasudevan Indumati. Mereka berhasil lolos dari pemeriksaan tahap dua Satgas Udara Penanganan Covid-19, dan langsung pergi naik taksi. 

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan, dari tujuh WNA yang berhasil lolos karantina di Bandara Soetta, lima orang di antaranya telah ditangkap kembali. Saat ini, mereka tengah diperiksa polisi.

"Kami berbagi dengan Polda dan berkonsentrasi terhadap WNA. Kami dapatkan satu-satu. Walaupun aduan sampai ke mana-mana, ada yang di Bandung," kata Alexander, kepada Sindonews, Rabu (28/4/2021) siang.

Dijelaskan dia, para WNA asal India itu, berangkat ke Indonesia melalui pesawat Charter Air Asia QZ 988 dari Chennai, India, pada 21 April 2021. Dalam pesawat itu, ada 132 penumpang dengan rinciannya 119 WNA India, 12 WNI, serta 1 WNA Amerika. 

"Dari 132 WNA ini, kecuali 8 orang, 7 WNA India, dan 1 WNI, mereka tidak menjalani wajib karantina. Dari 7 WNA India itu, lima orang berhasil diamankan dan dua orang lainnya dalam pengejaran," jelasnya. 

Kelima WNA yang berhasil diamankan itu adalah Senthil Ranganathan, Cherelovapil Mukri Muhammad Jabir, Kankurte, Patel Nendra, dan Patel Satish Darayan. Mereka diamankan dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Batam dan Surabaya.

"Yang menarik, ada WNA India, dia dari India sana sudah booking hotel Mercure, dan kami amankan di Taman Anggrek. Dia lolos dari satgas, karena sudah menunjukkan bukti booking hotel," sambungnya. 

Dari rangkaian penangkapan itu juga diketahui, jika calo yang membantu meloloskan para WNA ini bukan hanya seorang. Tetapi ada banyak dan tidak terorganisir. Mereka memanfaatkan kelengahan petugas dan menyalahgunakan pas bandara.

Berdasarkan data yang didapat, sedikitnya ada 1.800 lebih pas bandara yang telah dikeluarkan oleh otoritas bandara. Hal ini mendapat kritik kepolisian, karena kegunaannya sangat rawan disalahgunakan.

"Dari lima orang, tiga sudah di karantina. Dua masih dilakukan pemeriksaan. Jadi yang sudah kami amankan dari 7 orang itu, baru ada lima. Rata-rata, mereka mengaku memberikan imbalan Rp3-6 juta. Kami masih cari dua orang lagi," pungkasnya. 


Sumber : okezone.com

0 comments: