Kapal mata-mata China muncul saat Taiwan mempersiapkan uji coba rudal

Peluncuran rudal diyakini melibatkan Thunderbolt-2000, sistem persenjataan Sky Bow III

Fregat rudal Yuncheng China berfoto di Belanda pada tahun 2015. (Wikicommons, foto Kees Torn)

TAIPEI - Kapal angkatan laut China baru-baru ini muncul di dekat Pulau Anggrek Kabupaten Taitung saat Taiwan bersiap untuk beberapa putaran uji coba rudal di lepas pantai tenggara, laporan mengatakan Rabu (7 April).

Ketegangan lintas selat tetap tinggi karena negara komunis itu terus mengirim pesawat militer ke wilayah barat daya zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan hampir setiap hari.

Pada Selasa pagi (6 April), fregat berpemandu Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) Yuncheng terlihat 70 mil laut (129,6 kilometer) di timur Pulau Anggrek bergerak ke utara untuk menghindari terlacak oleh militer Taiwan, CNA melaporkan.

Pada pukul 5 pagi Rabu, sebuah kapal pengintai elektronik China muncul pertama kali pada tahun 36 mil laut barat daya pulau yang sama tetapi terdeteksi bergerak ke selatan, menurut sumber militer.

Penampakan itu mungkin terkait dengan fakta bahwa uji coba rudal diumumkan di Taiwan tenggara pada 7-9 April. Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST) mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan mengadakan dua putaran peluncuran di area antara Pangkalan Angkatan Udara Jiupeng di Kabupaten Pingtung, Pulau Anggrek, dan Pulau Hijau.


Sementara NCSIST tidak memberikan rincian lebih lanjut, analis percaya senjata yang terlibat adalah versi jarak jauh dari sistem roket Thunderbolt-2000.

Sementara itu, tiga ronde penembakan dijadwalkan pada 13-16 April, termasuk satu antara pukul 5 dan 7 pagi. Karena area uji untuk uji coba ini mencakup hamparan air sepanjang 200 km dari pangkalan Jiupeng ke Pulau Anggrek dan lepas pantai Kabupaten Hualien. , rudal yang dimaksud kemungkinan besar adalah versi jarak jauh dari rudal permukaan-ke-udara Sky Bow III (TK-3).

Militer juga kemungkinan akan mengerahkan kendaraan udara tak berawak Albatross untuk menganalisis kinerja rudal, CNA melaporkan. 


Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.